Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
SUKABUMI, SWARAJOMBANG.COM— BMKG mengonfirmasi telah terjadi mempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026 pukul 10.30.20 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan pusat gempa berada di laut, sekitar 209 kilometer Barat Daya Kabupaten Sukabumi, bukan di wilayah Pangandaran.
Meski demikian, guncangan terasa nyata di sejumlah wilayah pesisir selatan, termasuk Pangandaran.
Data Gempa
- Waktu Kejadian 11 Oktober 2026, pukul 10.30.20 WIB
- Magnitudo M 5,7
- Kedalaman 10 kilometer (gempa dangkal)
- Lokasi Pusat Gempa 8,87 LS — 106,41 BT, di laut, 209 km Barat Daya Sukabumi, Jawa Barat
- Tidak berpotensi tsunami
Penyebab
Gempa ini merupakan gempa bumi tektonik akibat aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, dengan mekanisme pergerakan naik bercampur geser (oblique-thrust fault).
Karena kedalamannya yang dangkal, guncangan terasa cukup kuat di wilayah terdekat episenter.
Guncangan dilaporkan dirasakan dengan intensitas III MMI di wilayah Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud — artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas.
Warga di Pangandaran juga melaporkan merasakan guncangan singkat, namun tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Imbauan
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
“Hindari bangunan yang terlihat retak akibat gempa sebelumnya, dan selalu pantau informasi hanya melalui saluran resmi BMKG,” demikian rilis peringatannya.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan di wilayah terdampak.**











