Menu

Mode Gelap

Nasional

Gedung Putih Diserang Rentetan Tembakan, Nasir Best Tewas Ditemvak Agen Keamanan

badge-check


					Nasir Best tewas dihantam peluri agen keamanan Gedung Putih, tempat tinggal Dinald Trum, setelah terjadi baku tembak, Minggu sore WIB, 24 Mei 2926. Foto: ist Perbesar

Nasir Best tewas dihantam peluri agen keamanan Gedung Putih, tempat tinggal Dinald Trum, setelah terjadi baku tembak, Minggu sore WIB, 24 Mei 2926. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwaeno

WASHINGTON D.C., SWARAJOMBANG.COM– Kawasan sekitar Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, kembali bergolak dan menjadi lokasi insiden kekerasan bersenjata pada Sabtu sore waktu setempat, atau bertepatan dengan Minggu pagi, 24 Mei 2026 pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat.

Sebuah rentetan tembakan terdengar jelas di persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue, persis di zona pengamanan utama kediaman dan kantor Presiden Amerika Serikat, memicu penguncian total kawasan dan kepanikan luas.

Berdasarkan konfirmasi resmi dari Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) dan pernyataan Departemen Kepolisian Metropolitan Washington, insiden bermula ketika seorang pria berusia 21 tahun, yang kemudian diidentifikasi bernama Nasir Best, terlihat bergerak mencurigakan mendekati garis pembatas keamanan.

Tanpa peringatan lebih lanjut, pelaku diketahui mengeluarkan senjata api dan melepaskan rentetan tembakan ke arah petugas keamanan yang sedang bertugas.

Saksi mata dan rekaman video yang beredar memperkirakan terdengar sekitar 15 hingga 30 kali letusan senjata yang terjadi dalam waktu singkat.

Merespons ancaman nyata tersebut, petugas keamanan segera melakukan tindakan balasan dengan menembaki pelaku.

Nasir Best mengalami luka tembak parah di beberapa bagian tubuh dan langsung dilarikan ke pusat medis terdekat.

Namun, tim medis menyatakan nyawanya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di perjalanan atau sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Dalam pertukaran tembakan yang berlangsung cepat itu, dilaporkan terdapat satu orang warga sipil yang kebetulan sedang melintas di lokasi terkena pecahan peluru atau tembakan nyasar.

Warga tersebut mengalami luka-luka namun dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak mengancam nyawa. Hingga saat ini, belum ada laporan yang menyatakan adanya petugas keamanan yang menjadi korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Pihak berwenang dengan tegas menyatakan bahwa pada saat kejadian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di dalam kompleks Gedung Putih.

Namun, berkat sistem pertahanan berlapis dan respon cepat petugas, beliau dinyatakan AMAN SEPENUHNYA dan tidak berada dalam bahaya langsung.

Segera setelah suara tembakan mereda, seluruh kawasan Gedung Putih, gedung perkantoran sekitar, dan jalan-jalan utama di radius satu kilometer langsung dikunci total atau menjalani prosedur lockdown.

Wartawan yang sedang bertugas di halaman utara Gedung Putih dan para staf yang berada di dalam bangunan diperintahkan untuk segera berlindung di ruangan yang aman dan terkunci.

Berdasarkan penyelidikan awal, Nasir Best diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa yang sudah tercatat dalam dokumen kepolisian.

Ia juga diketahui pernah berurusan dengan hukum terkait upaya mendekati kawasan Gedung Putih secara tidak sah beberapa waktu lalu, dan secara resmi telah dilarang mendekati jarak dekat ke kawasan tersebut. Namun, pelaku tetap nekat datang kembali dan melakukan aksinya pagi ini.

Insiden ini tercatat sebagai kejadian ketiga yang melibatkan ancaman senjata api atau pelanggaran keamanan di sekitar Gedung Putih hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Pihak Secret Service dan kepolisian federal kini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri motif di balik serangan ini, serta memastikan apakah pelaku bekerja sendiri atau memiliki keterkaitan dengan kelompok tertentu.

Jalan-jalan utama di sekitar lokasi kejadian baru dibuka kembali secara bertahap beberapa jam setelah insiden usai, sementara penyelidikan forensik di lokasi masih berlangsung secara intensif. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dedy Mulyadi Cetuskan Pesta Babi: Jabar Kehilangan 12.000 Ha Hutan Akibat Eksploitasi

24 Mei 2026 - 23:57 WIB

Satgas PKH Cabut IUP PT Emas Hitam Mulia, 12 Tahun Menambang Batubara di Hutan Lindung Kaltim

24 Mei 2026 - 21:11 WIB

Harga Pangan Melonjak Jelang Idul Adha 2026

24 Mei 2026 - 20:45 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2026 Naik, Menkes Pastikan PBI Aman

24 Mei 2026 - 20:34 WIB

Hilirisasi Zirkon, Jalan Menuju Kemandirian Teknologi Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Prabowo Minta Rakyat Awasi Aparat Nakal, Jangan Dilawan Cukup Videokan Kirim ke Presiden

22 Mei 2026 - 13:05 WIB

Prof Dr Muhadjir Effendy Didampingi Anwar Hudiono Blusukan di Pemukiman Haji Jatim di Makkah

21 Mei 2026 - 20:33 WIB

Road Test 50 Ribu Km Rampung, B50 Tetap Berlaku 1 Juli

21 Mei 2026 - 20:26 WIB

Trending di Nasional