Menu

Mode Gelap

Politik

Ganjar–Muhadjir Runtang-runtung di Grobogan, Ada Apa?

badge-check


					Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara tausiyah kebangsaaan oleh Muhadjir di gedung Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (23/5/2023). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara tausiyah kebangsaaan oleh Muhadjir di gedung Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (23/5/2023). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Hadi S Purwanto

GROBOGAN, SWARAJOMBANG.com Gubernur Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tampak runtang-runtung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Selasa (23/5/2023).

Keduanya hadir dalam acara tausiyah kebangsaan bertema “Sosialisasi Bangga Kencana dan Gerakan Semesta Mencegah Stunting dan kemiskinan ekstrem” yang disampaikan Muhadjir.

Momen mereka runtang-runtung itu sempat memantik bisik-bisik bahwa ada kaitan dengan Pilpres 2024. Ganjar menjadi calon Presiden dari PDIP. Sementara Muhadjir disebut-sebut cocok mendampingi Ganjar sebagai calon Wakil Presiden.

Yang pertama kali menyebut Muhadjir cocok berpasangan dengan Ganjar adalah Direktur Eksekutif  Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. Dia menilai, Muhadjir memiliki karakter yang kuat. Memiliki pengalaman  dan kredibilitas tinggi di pemerintahan, khususnya bidang pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Senada dengan Ujang adalah guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UA) Surabaya Prof Hotman M Siahaan. Menurut dia, Muhadjir, selain memiliki kepribadian  yang kuat, juga memiliki modal massa yaitu umat Muhammadiyah yang jumlahnya sangat besar. Dia juga dinilai dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati.

Adapun pakar politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang Dr Abdul Aziz SR di Malang mengatakan,  Muhadjir layak jadi Cawapres  alternatif untuk siapapun Capresnya. Apalagi Muhadjir selain memang punya mutu diri secara intelektual dan kepribadian, juga memiliki pengalaman manajerial di pemerintahan.

“Sebagai tokoh dan intelektual yang dekat ke label Muslim (Muhammadiyah), Muhadjir tentu memiliki dan membawa gerbong yang penuh penumpang,” tegasnya.

Dalam tausiyah kebangsaan itu Muhadjir mengatakan, gerakan semesta diperlukan untuk mengatasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih dihadapi dalam pembangunan SDM Indonesia.

“Pemerintah saat ini sedang memprioritaskan dua hal. Pertama, penurunan angka stunting. Kedua, penghapusan  kemiskin ekstrem yang  ditargetkan  tidak ada lagi miskin ekstrem atau 0 persen. Stuntingnya harus dicapai 14 persen pada tahun 2024,” tegasnya.

Dia menjelaskan, gerakan semesta merupakan gerakan yang melibatkan semua unsur, mulai dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur tenaga kesehatan, unsur Polri dan TNI, organisasi kemasyarakatan, dan juga warga masyarakat.

Pemerintah Pusat dan Daerah yang melakukan berbagai macam intervensi seperti skema bantuan sosial, intervensi pencegahan stunting sejak dini termasuk bantuan untuk penambahan gizi.

Kemudian, unsur pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa diharapkan melakukan pendataan dan intervensi bantuan sosial melalui anggaran yang ada, penanganan penambahan gizi dan pemantauan pada warganya yang rentan miskin ekstrem dan stunting.

Dari pihak tenaga kesehatan, aparat TNI dan Polri, menurut Muhadjir,  bisa melakukan pemantauan pada warga rentan stunting, memberikan intervensi spesifik dan juga menyediakan layanan kesehatan pada mereka yang rentan stunting.

Dari unsur organisasi kemasyarakatan dan warga masayarakat, katanya, bisa bergotong royong membantu dalam hal penanganan intervensi bantuan sosial, ataupun intervensi pemenuhan gizi dan pemantauan yang bisa dipadankan dengan program yang ada di organisasi.

“Itu harus menjadi sistem yang disebut gerakan semesta. Jadi bukan lagi sekedar gerakan, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Live Long Learning,” ucapnya.

Seperti di Kabupaten Grobogan, Menko PMK mengapresiasi program Bapak dan Bunda Asuh Stunting yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan yang melibatkan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat TNI dan Polri, serta organisasi kemasyarakatan PKK, Muhammadiyah dan Aisyiah.

“Ibu-ibu PKK dan Aisyiah sudah bersinergi untuk mendukung  program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

18 April 2026 - 11:13 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:18 WIB

Aksi Massa PMII Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim: Ajukan 10 Tuntutan kepada Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Jombang Sahkan Perda Pariwisata 2026-2045, Warsubi Siapkan Anggaran Rp50 Miliar

12 April 2026 - 11:42 WIB

APM-Kaltim Dirikan Posko Siapkan Demo Besar 21 April: Tuntut Pemakzulan Gubernur Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 11:14 WIB

AMP-KT Rilis Undangan Publik Aksi Demo: Lengserkan Rudi Mas’ud 21 April 2026

10 April 2026 - 17:23 WIB

Muncul Video dan Gambar Iran Sedang Menginterogasi Pria Berpakaian Pilot, Pasca F-15E dan A-10 Warthog Ditembak Jatuh

5 April 2026 - 09:55 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Bertamu di Rumah Pribadi Jokowi, Dubes Iran Menyampaikan Bela Sungkawa Atas Gugurnya TNI di Lebonan

1 April 2026 - 19:03 WIB

Trending di Headline