Penulis: Sapteng Mukti Nunggal | Editor: Priyo Suwarno
MALANG, SWARAJOMBANG.COM– Senin 31 Maret, 2025, sekitar pukul 07.40 WIB, bertepatan hari pertama Idul Fitri 2025. Ibu Shellyna Ayu, 25, sudah dadan cantik mengenakan baju unggu kembaran dengan anak perempuannya yang masih kecil. Saat berdiri di teras rumahnya, dia melihat ada dua pria masuk pekarang.
Perempuan itu semula mengira dua pria itu adalah keponakan atau tetangga yang mau bertamu. Pelaku melompati pagar rumah. Shellyna makin curiga. Dia kaget lalu berteriak-teriak: Tolong…tolong!
Wanita itu spontan berlari menghindari menjauh. Satu pria bercelana pendek mengenakan masker mengejar dia, lalu merempas paksa kalung yang dikenakannya.
Shellyna terus beteriak-teraik, tetangganya tak ada yang mendengar. Pelaku kemudian membetot secara paksa, kalung emas yang dikenala korbannya. Shellyna tersu bertriak: Tolong….tolong!
Sementara Ibu berlari, menghindar, pria satunya mendekati anaknya menarik kalung emas. Bocah itu menjerit ketakutan. Ia dan menangis. Lalu secepat kilat, kedua pelaku berlari melewati pangar rumah korban.
Drama perampokan pagi itu terekam oleh kamera CCTV yang dipasang oleh oleh Sutikno, 35, tahun suami korban saat itu sedangmengikuti salat Id. Peristiwa ini terjadi di dusun Baran Ngingit, desa Ngingit, kecamatan Tumpang, kabupaten Malang.
Kejadian saat suasana sudah terang benderang, matahari bersinar terang, “Yang bersangkutan (korban-red) mengira mereka keponakannya, sehingga keluar untuk menyapa,” kata kapolsek Tumpang Iptu Winanto, seperti ditulis pada akun instagram@wecarebangkalanmadura, Selasa 1 April 2025.
Melihat Shellyna keluar, kedua pelaku langsung melompati pagar kecil yang membatasi rumah Sutikno dengan rumah tetangga. Dua pelaku juga langsung mengejar Shellyna.
Tak hanya itu, satu pelaku juga mengambil kalung emas milik Shellyna secara paksa. Karena ketakutan, Shellyna sempat keluar ke jalan raya untuk minta tolong.
“Saat berteriak minta tolong, pelaku lain berlari menuju anak korban untuk merebut kalung yang digunakan,” imbuh Winanto.
Anak korban sempat terjatuh. Beruntung keduanya tidak terluka. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,96 juta.
Pada saat kejadian sepi, kondisi di sekitar rumah sedang sepi. Sebab, tetangga sekitar dan Sutikno sedang melaksanakan Salat Ied di Masjid Al-Muthohirin, Tumpang. Sementara di rumah hanya ada Shellyna yang ditemani anak perempuannya.
Setelah kejadian, keluarga Sutikno melapor ke Polsek Tumpang. Kini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan mencari dua pelaku. **