Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Dedi Mulyadi Beri Satunan Duka Rp50 Juta/ Korban kepada 3 Warga Jombang yang Tewas Kesetrom di Bekasi

badge-check


					Petugas tengah melakukan evakuasi tiga warga Jomban,lg, yang terjadi di Bekasi,Selasa 2 Juni 2026. Foto: i-News Perbesar

Petugas tengah melakukan evakuasi tiga warga Jomban,lg, yang terjadi di Bekasi,Selasa 2 Juni 2026. Foto: i-News

Penulis: Mayang K. Mahardhika |  Editor: Priyo Suwarno

 BEKASI, SWARAJOMBANG.COM –Peristiwa nahas menimpa tiga budaya sisingaan asal Jonbang, tewas terkena sengatan listrik saat angkut perangkat di wilayah Bekasi.

Insiden terjafi  Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, di Kampung Cibeureum, RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Tiga warga asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia secara tragis akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja dalam rombongan kesenian tradisional Sisingaan di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kejadian ini langsung mendapat respons cepat dan perhatian penuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berjanji memberikan santunan duka sebagai wujud kepedulian kemanusiaan tanpa batas wilayah.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, di Kampung Cibeureum, RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Saat itu, rombongan kesenian Sisingaan atau yang dikenal juga dengan sebutan Odong‑odong sedang berkeliling mengarak perlengkapan pertunjukan di jalanan.

Di tengah perjalanan, gerobak besi yang digunakan untuk mengangkut alat musik dan pengeras suara secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang terpasang agak rendah dan menjuntai ke bawah.

Akibat sentuhan itu, arus listrik besar langsung merambat ke seluruh bagian besi gerobak dan mengenai seluruh awak rombongan yang sedang mendorong dan berjalan di dekatnya.

Sebanyak 5 orang terkena sengatan hebat. Tiga di antaranya meninggal dunia seketika di lokasi kejadian, sementara 2 lainnya menderita luka bakar serius dan kini menjalani perawatan intensif di RS Radjak Cibeureum.

Identitas

Dari data yang dihimpun, ketiga korban yang meninggal adalah warga asli Kabupaten Jombang yang merantau dan bekerja sebagai pekerja seni musiman di wilayah Jawa Barat. Identitas lengkap dan alamat asal mereka adalah:

  • Galan (18 tahun), Desa Gondang Manis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
  • Juhan (20 tahun)  Desa Sumber Agung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang
  • Rinto (29 tahun) Desa Plosokerep, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang

Mereka bertiga diketahui pergi merantau demi mencari nafkah dan membantu perekonomian keluarga di kampung halaman, namun musibah tak terduga harus merenggut nyawa mereka di tanah perantauan.

Santunan Rp50 Juta/ Korban

Mendengar kabar duka ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengambil langkah tegas.

Melalui akun media sosial resminya @dedimulyadi71, beliau menuliskan pesan yang menyentuh hati:

“Semoga semua korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin lebih sedikit.”

Dedi Mulyadi menegaskan, musibah dan kemanusiaan tidak mengenal batas administrasi atau asal daerah.

Meski korban adalah warga Jombang, Jawa Timur, bagi Pemprov Jawa Barat mereka tetap saudara yang harus dibantu.

Dedi memerintahkan jajaran terkait untuk segera menyiapkan dan menyerahkan Santunan Duka sebesar Rp50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) untuk setiap keluarga korban.

Bantuan ini diserahkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah ke kampung halaman di Jombang agar dimakamkan secara baik dan layak.

“Saya tidak membedakan warga Jawa Barat atau warga luar. Kalau ada musibah di wilayah saya, saya yang bertanggung jawab. Mereka pergi mencari rezeki, malah mendapat musibah. Tugas kami adalah memelihara dan membantu,” tegas Dedi Mulyadi.

Langkah cepat dan kebijakan humanis ini kembali menuai pujian luas dari masyarakat, yang menilai Dedi Mulyadi benar‑benar hadir menjadi pelindung bagi siapa saja yang berada di wilayah Jawa Barat, tanpa memandang asal usul.

Hingga saat ini, jenazah ketiga korban masih disemayamkan di rumah duka di Bekasi sebelum dipulangkan ke Jombang dengan didampingi perwakilan pemerintah daerah.

Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan yang besar.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda, SAR Gabungan Berhasil Evekuasi 460 Penumpang dan Kru

21 Oktober 2026 - 17:07 WIB

2026 PAD Mencapai 77,69 %, Sholahuddin: Mengarah Jombang Mandiri Anggaran

21 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Aparat Polres Mojokerto Ringkus 21 Terduga Pelaku Pengeroyokan Massal di Jl. Umpu Nala

21 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Trending di Nasional