Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Dedi Mulyadi Ungkap Aqua Untung Besar dari Pengolahan Air hingga Gaji Murah

badge-check


					Ilustrasi air mineral Perbesar

Ilustrasi air mineral

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SUBANG, SWARAJOMBANG.COM-
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan tidak akan memperpanjang izin pengambilan dan pemanfaatan air tanah bagi perusahaan air minum dalam kemasan jika perusahaan tersebut masih menggunakan truk bermuatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL).

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat melakukan inspeksi mendadak ke pabrik PT Tirta Investama, produsen Aqua, di Kabupaten Subang. Kegiatan sidak tersebut diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Rabu, 22 Oktober 2025, malam

“Nanti izinnya enggak saya perpanjang loh, izin pengambilan airnya [tidak diperpanjang] kalau mobilnya enggak diganti,” ujar Dedi saat meninjau area pabrik.

Ia menilai penggunaan truk ODOL dapat merusak infrastruktur jalan di sekitar wilayah operasional dan membahayakan keselamatan warga.

Dalam sidaknya, Dedi memeriksa sejumlah truk pengangkut galon air yang tengah menunggu jadwal distribusi dan meminta perwakilan perusahaan menjelaskan total muatan salah satu truk.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satu truk mengangkut 720 galon air. Dengan isi 19 liter per galon, total muatan mencapai 13,68 ton, sedangkan kapasitas kendaraan hanya 5 ton.

“Kendaraan cepat rusak, rem cepat rusak, as roda cepat rusak, jalan cepat rusak,” kata Dedi menyesalkan praktik muatan berlebih tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga berbincang dengan seorang sopir truk lanjut usia yang mengaku hanya menerima bayaran Rp125.000 per hari untuk mengangkut galon air.

Dedi menilai upah tersebut tidak sebanding dengan risiko kerja para sopir yang sering kali menjadi korban kebijakan perusahaan.

“Kelipatan [muatan] tidak sebanding dengan kesejahteraan sopir,” ujarnya. Dedi menambahkan, dirinya kerap mendapat protes dari para sopir ketika melarang truk ODOL beroperasi, padahal mereka justru menjadi pihak yang paling dirugikan dari sistem pengangkutan yang tidak adil tersebut.

Viral, Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Air Mineral, Ternyata Ada Masalah Rupiah dan Lingkungan

Dikutip dari Kredonews, sebelumnya diberitakan Aqua tidak mengambil sumber air permukaan seperti klaim selama ini, yakni mengambil air dari air yang mengalir dari pegunungan atau sumber mata air, melainkan air didapatkan dengan mengebor tanah hingga kedalaman 102 meter.

Air dari kedalaman 102 meter kualitasnya dipastikan lebih bagus dari air permukaan yang berisiko terkontaminasi polusi, namun ada risiko lain yakni kerusakan lingkungan berupa penurunan permukaan tanah.

Satu keuntungan lagi bila mengambil sumber air tanah dalam, adalah biaya pengolahan yang lebih murah karena tidak memerlukan filtrasi yang rumit dan kompleks, pengambilan air tanah berdasarkan studi di Ceko dan Amerika lebih hemat biaya hingga 40 persen.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paling Lambat 30 September, Tokopedia Kembalikan Dana Pajak Penjual Akibat PPH 22 Ditunda

9 Agustus 2026 - 19:39 WIB

PPATK: Ada 6 Juta Transaksi Judol Selama Piala Dunia

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Trending di Ekonomi