Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
BANDUNG, SWARAJOMBANG.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kasus Aman Yani dalam yang kian pelik dan menyita perhatian publik.
Bahkan Kang Dedi—sapaan akrabnya—secara resmi mengumumkan sayembara berhadiah uang tunai sebesar Rp750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
Hadiah diberikab bagi siapa saja warga masyarakat yang bisa memberikan informasi akurat, petunjuk, hingga berhasil menemukan keberadaan seseorang bernama Aman Yani.
Pegawai BJB
Laki-laki tersebut diketahui berstatus pensiunan pegawai Bank BJB, yang keberadaannya menghilang dan tak diketahui rimbanya sejak tahun 2016 silam.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi dalam keterangannya kepada awak media, Rabu, 20 Mei 2026.
Langkah ini diambil karena Aman Yani kini menjadi sosok kunci dan pusat dari rangkaian peristiwa hukum besar, sekaligus menjadi orang yang disebut-sebut sebagai otak utama di balik kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu, serta dugaan penyalahgunaan dana pensiun yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
“Saya buka sayembara. Siapa saja yang bisa menemukan, memberi petunjuk, atau tahu di mana keberadaan Aman Yani dan nanti terbukti benar, saya berikan hadiah Rp750 juta tunai dari uang pribadi saya. Saya pastikan aman, terima kasih, dan langsung dibayarkan saat itu juga,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada serius.
Mengapa Dicari?
Aman Yani diketahui mantan pejabat dan pensiunan Bank BJB cabang Indramayu.
Namanya kembali meledak dan jadi sorotan setelah dua terdakwa kasus pembunuhan warga Paoman, Indramayu— yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan— secara gamblang menyebut nama Aman Yani sebagai dalang atau pelaku utama yang memerintahkan tindakan kejahatan tersebut.
Selain itu, terungkap fakta mengejutkan: meski sudah dinyatakan hilang sejak sepuluh tahun lalu, dana pensiun atas nama Aman Yani ternyata masih cair dan aktif hingga sekarang.
Setiap bulan masuk sekitar Rp3,2 juta rupiah, dan sempat ditarik dana awal sebesar 20 persen atau sekitar Rp114 juta rupiah, yang kemudian dipindahkan ke rekening lain.
Diduga kuat uang itu diambil pihak lain dengan cara memalsukan identitas dan dokumen, padahal pemiliknya tak pernah terlihat lagi sejak 2016.
“Ada uang pensiunnya yang terus diambil orang lain, ada dugaan pemalsuan KTP dan dokumen, dan dia disebut-sebut dalam kasus pembunuhan. Kalau dia tidak ditemukan, kebenaran tidak akan terungkap, hukum tidak bisa berjalan adil. Makanya saya buka sayembara ini, biar masyarakat bantu kita cari,” tambah Dedi.
Jejak Tertinggal
Berdasarkan data yang dihimpit Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Aman Yani berusia sekitar 70 tahunan, berpenampilan sederhana, dan dikenal pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pemasaran dan Bisnis Kredit di Bank BJB.
Saat masih bekerja, namanya juga sempat tersangkut masalah kredit macet senilai puluhan miliar rupiah yang dikelolanya, namun belum tuntas diperiksa hingga ia berhenti bekerja dan menghilang.
Pihak kepolisian sendiri mengaku kesulitan melacak jejaknya, karena tak ada catatan perpindahan penduduk, tak ada laporan kematian, dan tak ada transaksi apapun yang tercatat atas namanya—kecuali pencairan dana pensiun itu sendiri.
Diduga ia bersembunyi di daerah terpencil, luar pulau, atau bahkan hidup dengan identitas baru.
Dengan hadiah fantastis Rp750 juta yang ditawarkan Gubernur Dedi Mulyadi, kini mata seluruh masyarakat Jawa Barat bahkan Indonesia tertuju untuk mencari sosok ini.
Pemerintah memastikan informasi pelapor akan dirahasiakan dan keamanan penemu akan dijamin sepenuhnya.
Gubernur berharap langkah ini membuahkan hasil, sehingga keberadaan Aman Yani bisa diketahui, dihadirkan ke meja hijau, dan seluruh kasus yang menimpa keluarga korban serta kerugian keuangan negara bisa diungkap sampai ke akar-akarnya.**











