Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
LAHAT, SWARAJOMBANG.COM– Anak kandung marah hingga tega memutilasi ibunya, gegara tidak diberi uang untuk judi slot onlie. Pelalu menggunakan parang terayun berkali-kali, membakarnya separuh, dan menyewa orang untuk menguburnya di kebun sawit milik korban.
Insiden mengerikan ini terjadi di Lahat, Sumatera Selatan, di mana Ahmad Fahrozi (23) membunuh dan memutilasi ibunya, Siti Anawati (63), hanya karena haus uang untuk judi slot online.
Kecanduan judi digital yang merajalela kini tak hanya merampas harta, tapi nyawa keluarga. Fahrozi, pemuda Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai, nekat bertindak pada Selasa siang sekitar pukul 11.00 WIB, 28 Maret 2026.
Ia mendesak ibunya memberi uang untuk “judol”, tapi Siti menolak tegas—ia tahu putranya sudah terjerat lingkaran setan taruhan virtual. Emosi meledak, parang di tangan Fahrozi berayun ganas, membacok leher Siti hingga kepala terpisah, darah menggenang di rumah sederhana mereka.
Tapi tragedi tak berhenti di pembunuhan impulsif. Fahrozi berpikir jauh: jasad tak muat ke karung plastik? Potong saja jadi tiga bagian utama—kepala, badan atas, badan bawah—menggunakan parang yang sama.
Sebagian dibakar untuk hapus bukti, sisanya dimasukkan ke tiga karung terpisah. Ia bahkan raup 13 gram emas milik korban untuk modal judi, lalu kabur ke penginapan.
Puncak perencanaan sadis: Fahrozi menyewa warga untuk gali lubang di kebun sawit milik Siti di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang. Bayarannya Rp300 ribu, cukup untuk menutup mata sementara. Jasad terkubur rapat, tapi rahasia tak bertahan lama.
Pengungkapan Kilat Polisi
Saudara korban, S (49), curiga ibunya hilang seminggu. Pukul 00.15 WIB Rabu (8/4/2026), ia lapor Polres Lahat. Tim gabungan langsung gerak, temukan tiga karung mengerikan di kebun: potongan tubuh membusuk, tulang terlihat, bau menyengat.
Kurang dari 12 jam, Fahrozi diciduk di penginapan Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto menyebut pengungkapan ini “cepat dan teliti”. “Motifnya judi online yang membuatnya hilang akal. Ini pembunuhan berencana disertai mutilasi—ancamannya berat, minimal penjara seumur hidup,” ujarnya.
Kasat Reskrim AKP M Ridho Pradani menambahkan, “Pelaku sudah BAP. Kami ungkap jejak digital judinya juga.”
Kasus ini gambarkan bahaya judi online di pelosok. Fahrozi awalnya impulsif, tapi tindakan mutilasi dan penguburan tunjukkan perencanaan dingin untuk hapus jejak.
Polisi temukan parang berdarah dan karung sisa di TKP. Fahrozi kini meringkuk di sel Mapolres Lahat, hadapi Pasal 340 KUHP jo 351 ayat 2—pembunuhan berencana plus kekerasan berat.
Tragedi ini ingatkan: di balik layar ponsel, judi slot bukan sekadar hiburan, tapi racun yang bisa hancurkan ikatan darah.
Kronologi
- Sekitar pukul 11.00 WIB, di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai, pelaku meminta uang dari ibunya, Siti Anawati atau SA (63), untuk judi slot online (judol).
- Korban menolak karena pelaku sudah kecanduan judi; pelaku emosi dan membacok leher korban berkali-kali dengan parang hingga kepala terpisah dan tewas di tempat.
- Pelaku memutilasi jasad menjadi tiga potong utama, membakar sebagian tubuh untuk menghilangkan bukti.
- Potongan dimasukkan ke tiga karung plastik; pelaku menyewa orang untuk gali lubang di kebun milik korban di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, bayar Rp300 ribu.
- Pelaku ambil emas korban 13 gram untuk judi, lalu kabur ke penginapan.
- Pukul 00.15 WIB, saudara korban S (49) lapor polisi karena ibunya hilang ~1 minggu; jasad ditemukan terkubur di kebun.
- Pagi hari Rabu (8/4/2026), Polres Lahat tangkap Fahrozi di penginapan Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, kurang dari 12-24 jam sejak laporan.**











