Penulis: Tanasyafira L. Tirani | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Eskalasi perang Iran-AS-Israel mengguncang Timur Tengah, memaksa Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak imbau jemaah tunda umrah.
Ribuan calon berpotensi terdampak, termasuk 2.100 dari Jatim, karena maskapai seperti Garuda dan Lion batalkan puluhan penerbangan ke Jeddah sejak 5 Maret 2026.
Pemerintah kaji opsi ekstrem: penundaan atau pembatalan haji 2026 jika konflik perang ini berkepanjang.
Haji dijadwalkan 27 Mei–1 Juni 2026, tapi rute udara via UEA dan Bahrain terganggu.
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang desak skenario terburuk—tidak berangkatkan jemaah—sementara Wamenhaj koordinasi intensif dengan Saudi Arabia.
Persiapan tetap jalan, dengan pemantauan ketat Kemenag.
Rute aman via Garuda, Lion, atau Saudi direkomendasikan; opsi alternatif lewat Afrika dieksplorasi. Komisi VIII optimis konflik tak sentuh Makkah-Madinah.
Kuota Haji RI
Kemenag tetapkan kuota 221.000 orang: 203.320 reguler (92%) dan 17.680 khusus (8%).
Reguler terdiri dari 201.585 murni, 1.050 PHD, serta 685 pembimbing KBIH.
Jatim terbesar (42.409), disusul Jateng (34.122) dan Jabar. Provinsi timur seperti Maluku Utara dapat di bawah 500.**











