Menu

Mode Gelap

Nasional

Ungkap Kerugian Negara Rp 4,08 T, Pensiunan PT Pelindo Ermanto Usman Sengaja Dihabisi

badge-check


					Kematian Ermanto Usman, pensiunan PT Pelindo, diduga sengaja dihabisi terkait pengungkapan dugaan kerugian negara Ro4,08 triliun perpanjangan kontrak dengan Hutchinton dan JICT. Foto: monitorpos Perbesar

Kematian Ermanto Usman, pensiunan PT Pelindo, diduga sengaja dihabisi terkait pengungkapan dugaan kerugian negara Ro4,08 triliun perpanjangan kontrak dengan Hutchinton dan JICT. Foto: monitorpos

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

BEKASI, SWARAJOMBANG.COM- Dugaan keterlibatan kasus korupsi raksasa PT Pelindo-JICT senilai Rp4,08 triliun kini menjadi sorotan utama dalam penyelidikan polisi atas pembunuhan Ermanto Usman (65).

Korban adalah pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), yang ditemukan tewas di rumahnya, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, pada 2 Maret 2026.

Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Polres Metro Bekasi Kota melibatkan tim gabungan Subdit Jatanras, Resmob, serta ahli forensik untuk menggali motif pembunuhan berencana di balik kasus curanmor (curas).

Hingga Senin (9/3/2026), belum ada tersangka, tapi polisi telah memeriksa 15 saksi potensial, termasuk tetangga dan rekan kerja Ermanto.

Autopsi di RS Bhayangkara Kramat Jati mengonfirmasi korban tewas akibat pukulan benda tumpul di kepala, dengan luka lebam di mata dan tanda-tanda perlawanan.

Latar Belakang

Dugaan korupsi Pelindo-JICT yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2015 menyimpulkan indikasi kerugian negara US$306 juta (Rp4,08 triliun, kurs Rp13.337/US$ Juli 2015) dari perpanjangan kontrak JICT hingga 2039 antara PT Pelindo II dan Hutchison Port Holding (HPH) Hong Kong, ditandatangani 5 Agustus 2014.

Penyimpangan mencakup upfront fee minim US$93,7 juta (seharusnya minimal US$400 juta berdasarkan fair market value), perpanjangan tanpa izin Menteri Perhubungan, RUPSLB Pelindo II, dan Menteri BUMN, serta penunjukan langsung HPH tanpa tender.

Pansus DPR (2015-2017) bahkan perkirakan total kerugian Rp20-36 triliun jangka panjang akibat hilangnya saham mayoritas Pelindo (51% jadi 49%) dan pendapatan negara.

Ermanto, aktivis pelabuhan yang vokal mengungkap kasus ini sejak 2015, diduga menjadi target karena pengalamannya sebagai whistleblower.

Keluarga mengajukan perlindungan LPSK pada 4 Maret, sementara Komisi III DPR RI mendesak pengusutan tuntas pada rapat 7 Maret.

Kronologi

Anak Ermanto menemukan jenazah sekitar 04.15 WIB saat sahur, mendengar rintihan dari kamar terkunci.

Dobrak pintu bersama warga ungkap Ermanto bersimbah darah, istri luka berat (kini stabil di RS), serta hilangnya gelang emas, kunci mobil, dan HP.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, sebut minim CCTV di Perumahan Prima Lingkar Asri jadi kendala utama; kini fokus sidik jari, DNA, dan rekaman dari 2 km radius.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, janjikan transparansi, dengan kemajuan analisis forensik DNA selesai 12 Maret.

Kasus ini memicu sorotan publik, termasuk tagar #KeadilanUntukErmanto di X dengan 50 ribu unggahan sejak 3 Maret.

Polisi targetkan pengungkapan minggu ini di tengah tekanan isu korupsi pelabuhan nasional.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Leona Bacoh 2 Tahun Bikin Dunia Terpesona, Video Viral 11,6 Juta Like Share 670 Ribu

9 Juni 2026 - 15:42 WIB

Menelisik Akar Terorisme (14): Raja Henry XIII Bunuh Sendiri duc de Guise

9 Juni 2026 - 13:40 WIB

Pertamax Turbo Naik Tajam, Dexlite Anjlok Rp3.600 per Liter

8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist
Trending di Nasional