Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Minyak Tembus Level US$ 100 per Barel, Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran

badge-check


					Bahlil Lahadalia Perbesar

Bahlil Lahadalia

Penulis: Mulawaran | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kenaikan harga minyak dunia yang menembus level US$ 100 per barel belum akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga periode Lebaran tahun ini.

Bahlil menuturkan, lonjakan harga minyak global dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

“Sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi, ya. Untuk subsidi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Bahlil menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah komprehensif untuk merespons lonjakan harga minyak dunia. Namun, ia menegaskan persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan pasokan energi, melainkan pada tekanan harga global.

Menurutnya, stok BBM nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

“Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok enggak ada masalah. Sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga,” katanya.

Ia juga memastikan keandalan pasokan BBM nasional tetap terjaga meskipun Pertamina melakukan sebagian pengadaan melalui pasar spot.

“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idulfitri semuanya terjamin,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Persaingan di Ramadan Memanas, Vivo dan Huawei Luncurkan Smartphone Baru di Indonesia

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang koordinasi lintas kementerian untuk merespons lonjakan harga minyak yang telah melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Sebagaimana diketahui, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 dipatok sebesar US$ 70 per barel.

Lonjakan harga minyak global terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak tercatat melonjak sekitar 25% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Per Senin (9/3) pukul 11.30 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 tercatat mencapai US$ 119,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik ke level US$ 119,48 per barel.

Kenaikan tersebut membuat harga minyak dunia jauh melampaui asumsi ICP dalam APBN 2026 yang dipatok di level US$ 70 per barel. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran subsidi energi pemerintah apabila tren harga tinggi berlanjut. ***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Pemangkasan Besar-besaran, BUMN akan Tinggal 250 dari 1000

28 Juni 2026 - 21:31 WIB

Pertumbuhannya Diprediksi Paling Tinggi di Dunia, Crazy Rich Indonesia Makin Banyak,

28 Juni 2026 - 21:20 WIB

Harga Telur dan Daging Ayam Anjlok Bapanas Usul Disalurkan Lagi Bansos

26 Juni 2026 - 19:42 WIB

CNG Mulai Diproduksi Juli, Kurangi Impor LPG

25 Juni 2026 - 20:13 WIB

Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini, Kuota Internet Tak Bakal Hangus,

23 Juni 2026 - 19:21 WIB

Trending di Ekonomi