Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Perang Timur Tengah, GIPI Dorong Fokus ke Pasar Asia dan Domestik

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) memprediksi bisnis pariwisata akan mengalami dampak yang signifikan saat konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Menurutnya, bisnis pariwisata akan mengalami penurunan hingga 30% jika perang AS-Israel dengan Iran berlarut-larut.

Ketua Umum GIPI, Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa bisnis pariwisata diprediksi mengalami penurunan hingga 30% karena wisatawan asal negara Eropa tidak bisa menggunakan perjalanan udara atau pesawat.

“Jadi 30% tuh dari Eropa, Eropa dan semua yang melalui hub Timur Tengah ya. Ada Eropa, ada kawasan Timur Tengah, karena lewat situ semua ya,” ujar Haryadi kepada Kontan, Minggu (8/3/2026).

Haryadi menjelaskan bahwa penurunan bisnis pariwisata Indonesia karena biaya Avtur (Aviation Turbine Fuel) akan naik. Sehingga biaya transportasi pesawat dipastikan meningkat.

Prediksi penurunan bisnis pariwisata hingga 30%, kata Haryadi, berkaca pada tahun sebelumnya. Prediksi ini dicontohkan ketika terjadi konflik geopolitik antara Rusia dengan Ukraina.

“Kalau kita bicara real okupansinya kalau kita bicara hotel nih ya, itu drop-nya itu sekitar hampir sekitar 20-an persen. Dari sekitar 60-an persen menjadi sekitar 40-an persen. Itu tahun 2025,” kata dia.

Sehingga, Haryadi menyebut bahwa pebisnis harus tetap bertahan dalam kondisi konflik geopolitik timur tengah saat ini.

Pebisnis pariwisata harus tetap bertahan dengan mengandalkan perjalanan domestik atau dalam negeri. Meskipun hal itu juga masih terkendala adanya efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga.

“Jadi yang jelas apa kita pada posisi survival arahnya. Artinya kita akan konsentrasi untuk menarik pasar yang tadi saya bilang ya. Asia itu termasuk ya Cina, India, ASEAN sendiri, Jepang, Korea, Australia,” tandasnya. ***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Incinerator Rp 226 Miliar Mangkrak 25 Tahun, Jadi Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:42 WIB

Kecamatan Plandaan Jombang Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan: Untuk Pembangunan Infrastruktur

16 April 2026 - 17:06 WIB

Pemkab Jombang Cairkan Insentif Rp 6,5 Miliar untuk 6.500 Guru TPQ

16 April 2026 - 16:53 WIB

Plastik Naik, Harga Semen Teekerek

14 April 2026 - 20:12 WIB

Komisi A Dukung CFD Mojoagung untuk UMKM, Harus Terencana dan Tanpa Masalah Baru

14 April 2026 - 18:13 WIB

Penjualan Eceran Berdasar Survei BI akan Meningkat

13 April 2026 - 17:53 WIB

PHK Jatim 649 Orang, Nomor Lima Nasional

13 April 2026 - 17:45 WIB

Harga Ayam Hidup Jatim Tertekan Usai Lebaran, Ini Penyebabnya

12 April 2026 - 21:01 WIB

Penjualan Motor Maret 2026 Merosot, Ekspor Juga Turun

12 April 2026 - 20:51 WIB

Trending di Ekonomi