Menu

Mode Gelap

Nasional

Bobby Nasution: Penjarahan Minimarket Tidak Sepenuhnya Menyalahkan Masyarakat

badge-check


					Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst) Perbesar

Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst)

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MEDAN – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara memutus akses di beberapa wilayah.

Hal tersebut membuat tim gabungan mengalami kesulitan untuk mendistribusikan bantuan hingga muncul video viral aksi penjarahan masyarakat di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Video yang viral di media sosial itu menunjukan sejumlah warga yang merangsek masuk ke sebuah minimarket dan mengambil makanan hingga banyak rak-rak yang kosong.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan agar warga bisa bersabar karena bantuan sedang dalam proses distribusi, mengingat akses yang kini sulit ditembus.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan bahwa pemerintah tak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat terkait aksi penjarahan.

Menurutnya, hal tersebut dipicu karena banyaknya warga yang bertahan tapi dengan logistik yang kurang selama beberapa hari.

“Yang pasti masyarakat kita tahu kondisinya. Sama-sama mungkin sudah beberapa hari tidak makan, kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat,” ujar Bobby di Tapanuli Tengah pada Minggu, 30/11/2021.

“Untuk Tapteng masih banyak terisolir, baik masuk ke Tapteng maupun di dalam Tapteng nya sendiri yang terisolir,” kata Bobby.

“Makanya difokuskan melalui udara, daerah yang tidak terisolir secara darat disuplai secara darat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sedang berupaya untuk membuka akses agar distribusi lancar.

Ia juga mengklaim bahwa bantuan cukup memadai, hanya akses yang masih menjadi kendalanya.

“Pemerintah ini baik dari pusat maupun daerah provinsi, itu logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu sebetulnya yang belum bisa,” ucap Surya.

Oleh karena itu, kata Surya, distribusi untuk daerah terisolir tersebut akan dilakukan melalui jalur Subulussalam, Aceh.

“Maka kita dari Sumatera Utara itu mengambil jalur ke arah Subulussalam, kalau dari yang normal udah nggak bisa. Itu pun kendaraannya hanya kecil,” imbuhnya.**

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional