Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Amam

badge-check


					Operasi Modifikasi Cuaca Perbesar

Operasi Modifikasi Cuaca

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali mendapat perhatian publik seiring potensi cuaca ekstrem yang mengancam Jakarta dan wilayah sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi di media sosial.

Banyak pihak menyebut, OMC ini berisiko menjadi ‘bom waktu’ bila dilakukan terus-menerus. BMKG menegaskan klaim tersebut tidak didukung dasar ilmiah dan berpotensi menyesatkan publik.

Dalam keterangan pers, Rabu 28 Januari 2026, BMKG menjelaskan banyak narasi menyebut OMC berpotensi memicu kondisi cuaca tidak stabil. Selain itu, OMC juga diklaim dapat membentuk cold pool atau kolam udara dingin.

Serta memindahkan hujan hingga menyebabkan banjir besar. BMKG menilai narasi tersebut dapat menimbulkan rasa aman semu di tengah upaya mitigasi bencana.

Terkait cold pool, BMKG menegaskan fenomena tersebut merupakan proses meteorologi alami. Cold pool terbentuk saat hujan menguap di bawah awan badai dan menghasilkan massa udara dingin jatuh ke permukaan.

BMKG menilai keliru jika cold pool dikaitkan sebagai efek samping berbahaya OMC. Pasalnya, teknik penyemaian awan tidak menciptakan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk alami.

BMKG juga membantah anggapan OMC menjadi pemicu cuaca tidak stabil atau memindahkan hujan ke wilayah lain. Dalam praktiknya, OMC dilakukan dengan dua pendekatan.

Yakni, menyemai awan dari laut agar hujan turun di perairan, serta melemahkan pertumbuhan awan di daratan. Hal ini dilakukan agar intensitas hujan tidak berkembang ekstrem.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga memastikan pelaksanaan operasi OMC tidak merusak ekosistem alam. Faisal menilai penggunaan bahan kimia dalam proses tersebut tidak menurunkan kualitas air permukaan secara drastis.

Faisal menjelaskan bahwa seluruh material penyemai awan telah melewati rangkaian kajian ilmiah yang sangat mendalam. Pihaknya menjamin kandungan zat tersebut aman bagi keberlangsungan lingkungan hidup di sekitar lokasi operasi.

“Perlu kami sampaikan bahwa modifikasi cuaca pada dasarnya tidak membahayakan. Hal tersebut aman untuk dilakukan,” ucap Faisal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jatim Siapkan Peluncuran Trans Jatim Koridor-2 Akhir Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Perpres Baru Jamin Ojol Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ketua Bapemperda Jombang, Kartiyono: Siapkan Roadmap Wisata, Jangan Disimpan di Rak Buku Saja!

19 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Trending di Nasional