Menu

Mode Gelap

Nasional

Amran Sulaiman: Jangan Ada Permainan Distribusi Pangan

badge-check


					Kepala Bapanas Amran Sulaiman Perbesar

Kepala Bapanas Amran Sulaiman

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Memasuki pertengahan Ramadan 1447H, pemerintah memperketat pengawasan pasokan dan harga pangan, dengan memfokuskan pada daging sapi, daging ayam dan minyak goreng (Minyakita) yang merupakan komoditas pangan strategis yang memiliki andil terhadap perkembangan inflasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, adanya fluktuasi harga daging sapi, daging ayam ras, dan minyak goreng bukan disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan, melainkan indikasi permainan di rantai distribusi. Ia menjelaskan, dari sisi pasokan tidak ada persoalan. Pemerintah telah memastikan ketersediaan pasokan melalui berbagai kebijakan.

“Yang pertama daging sapi. Seluruh rekomendasi impor sapi sejak Desember 2025 sudah keluar, sudah selesai di Kementerian Pertanian. Jadi tidak ada alasan lagi. Kami tadi minta pelaku usaha semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai harga naik,” jelas Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Amran dalam sesi wawancara usai Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Rabu (4/3/2026) di Jakarta.

Oleh karena itu, Kepala Bapanas Amran menegaskan pemerintah tidak akan menolerir praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat, terutama di momentum Ramadan dan Idulfitri. Ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menindak pelaku yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meraup keuntungan berlebihan.

“Kami minta satgas pangan, dirkrimsus seluruh Indonesia dengan kasatreskrim seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Gak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan,” tegas Kepala Bapanas Amran.

Terkait Minyakita, pemerintah meminta peningkatan penyaluran melalui BUMN pangan hingga di atas 35 persen guna memperkuat distribusi ke masyarakat. Kenaikan harga Minyakita melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi) terjadi di tengah fakta bahwa Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit dunia. Amran menekankan bahwa penindakan harus menyasar distributor dan pelaku usaha besar yang terbukti melanggar, bukan pedagang kecil.

“Minyak goreng adalah kita produsen terbesar dunia, gak ada alasan. Makanya saya selalu katakan kalau biasanya harga naik karena tidak ada produksi. Sekarang produksi melimpah, harga naik. Itu gak boleh. Tolong diusut distributor dan pabriknya. Segel jika melanggar. Jangan tindak pedagang kecil. Fokus pada pelaku besar yang bermain di tengah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk daging ayam ras, pemerintah meminta agar harga di tingkat konsumen dapat dijaga di bawah Rp40.000/kg sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan.

Di sisi lain, Kepala Bapanas Amran juga mengapresiasi pedagang sejumlah komoditas strategis yang telah menjaga stabilitas harga di pasar. Beberapa komoditas bahkan sudah menunjukkan tren penurunan harga.

“Saya juga ucapkan terima kasih pada pedagang bawang, kemudian beras, terima kasih. Kemudian cabai sudah mulai harga turun. Dengan yang lainnya komoditas strategis kita, aku ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Sebagai informasi, harga rata-rata nasional berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan per 4 maret 2026, untuk daging ayam ras Rp.40.192 per kg, mengalami penurunan 0.14 persen dibanding sehari sebelumnya sebesar Rp.40.250 per kg. Demikian juga dengan Minyakita Rp.15.907 per liter, turun 0,08 persen dibanding sehari sebelumnya sebesar Rp.15.920 per liter.

Sedangkan untuk daging sapi mengalami kenaikan 0.26 persen dari Rp.134.941 per kg menjadi Rp.135.293 per kg. Namun demikian, harga tersebut masih berada dalam rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp.140.000 per kg.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Diduga Gunakan Sistem Ponzi Rekrut 4.000 Jamaah Umrah, PT Annisa Ahmada Wajib Kembalikan Dana Rp120 M

21 September 2026 - 10:36 WIB

100 Tahun Pondok Gontor, KH Abdullah Sahal: Bapak Presiden, Kami Tetap Memilih Pendidikan!

20 September 2026 - 23:48 WIB

AI Menghabiskan Miliaran Air dan Listrisk Setara Jepang

20 September 2026 - 17:56 WIB

Rudal Houthi Serang Riyadh, Rudal Sasar Bandara King Khaled dan Meledak di Fasilitas Aramco

20 September 2026 - 09:09 WIB

Trending di Nasional