Menu ✖

Mode Gelap

Uncategorized

AKP Nuryana: Ada Dugaan Kuat Sengaja Dilongsorkan Galian C di Gunung Kuda Cirebon

badge-check


					Inilah detik-detik longosr besar di lokasi galian C Gunung Kuda, wilayah  Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat,  Selasa, 11 Feberuai 2025. Tangkap layar video Instagram@cirebon.banget Perbesar

Inilah detik-detik longosr besar di lokasi galian C Gunung Kuda, wilayah Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 11 Feberuai 2025. Tangkap layar video Instagram@cirebon.banget

CIREBON, SWARAJOMBANG.COM–  Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, longsor Selasa, 11 Februari 2025.  Ratusan ribu mungkin jutaan meter kubik material batu kapur runtuh dari ketinggian disertai suara gemuruh, dan peristiwa ini terekam video longsot itu kemudian viral di media sosial.

Menurut Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, longsor ini disebabkan faktor alam dan metode penggalian yang digunakan di lokasi, Rabu 12 Februari 20225. Pengelola tambang diduga memanfaatkan kondisi cuaca untuk mempercepat proses longsor yang sudah diperkirakan sebelumnya. Agar bisa mengeruk material tanpa membutuhkan alat berat.

Informasi mengenai identitas spesifik pengelola tambang Gunung Kuda tidak disebutkan secara rinci dalam hasil pencarian.  Akan tetapi, laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa pengelola tambang telah mengantisipasi potensi longsor dengan meliburkan pekerja dan menghentikan aktivitas pertambangan.

Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, juga menyebutkan bahwa pengelola diduga memanfaatkan kondisi cuaca untuk mempercepat proses longsor

Material  sengajaga dekeruk dari bawah, sehingga membenntuk cerukan karena tanah labil menyebab mudah  runtuh.  Sebelum kejadian, aktivitas pertambangan telah dihentikan sementara dan para pekerja diliburkan sebagai langkah antisipasi.  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak berwenang terus memantau area galian untuk memastikan keselamatan lingkungan sekitar.

Gunung Kuda adalah lokasi tambang galian C, yang hasilnya sebagian digunakan untuk bahan baku semen, batu alam, maupun keramik.  Material batu kapur runtuh dari ketinggian.

Aktivitas pertambangan di Gunung Kuda memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif, tetapi pada dasarnya kegiatan pertambangan lebih besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa Universitas Sunan Gunung Djati, 2018, ada beberapa perusahaan mengelola area pertambangan batu alam Gunung Kuda, termasuk Yakin Al-Islah (5-6 hektar), Satori (2 hektar), Al-Jariah (4.49 hektar), dan Bumi Karya (5 Hektar)5.Namun, perlu dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut..

Material diambil dari bagian bawah gunung, menyebabkan tanah di atasnya menjadi tidak stabil dan akhirnya runtuh. Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, menyatakan bahwa pengelola galian telah mengetahui indikasi longsor dan meliburkan pekerja sebagai langkah antisipasi’.

Gunung Kuda adalah lokasi tambang galian C, yang hasilnya sebagian digunakan untuk bahan baku semen, batu alam, maupun keramik.

Aktivitas pertambangan di Gunung Kuda memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif, tetapi pada dasarnya kegiatan pertambangan lebih besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Beberapa perusahaan mengelola area pertambangan batu alam Gunung Kuda, termasuk Yakin Al-Islah (5-6 hektar), Satori (2 hektar), Al-Jariah (4.49 hektar), dan Bumi Karya (5 Hektar)5.Namun, perlu dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut.

Perlu  dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya.  Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut, namun penambang melalukan aksi kucing-kcuingan dengan aparat dan pemerintah, sehingga penambangan menjadi lestari hingga saat ini.

Berikut catatan kejadian longsor sebelumnya:

  • Sebelum 2025: Kejadian tanah longsor di area Gunung Kuda sudah terjadi berulang kali.
    2015: Telah terjadi longsor di lokasi penambangan yang mengakibatkan beberapa orang terkubur, yang diperkirakan terjadi karena teknik penambangan yang tidak tepat1. Dua orang ditemukan tewas dan lima lainnya diperkirakan tertimbun longsor.
  • 2023: Tersebar rekaman video yang memperlihatkan momen terjadinya longsor di Gunung Kuda dengan suara dentuman yang sangat jelas terdengar.
  • 2008: Longsoran batu ukuran besar mengakibatkan satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka berat. Menurut catatan, hampir setiap tahun selalu ada korban meninggal akibat longsoran batu sejak tahun 1960-an. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:53 WIB

AS Akui Punyai Senjata Ofensif di Orbit Bumi, Detil Rahasia

15 September 2026 - 18:00 WIB

Punya Senjata di Orbit Bumi, AS Belum Ungkap Detilnya

15 September 2026 - 16:58 WIB

Serangan Udara Rusia Nyaris Mengenai Boris Johnson Mantan PM Inggris

14 September 2026 - 18:56 WIB

AI Tak Terkendali Membahayakan Umat Manusia

28 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Ratu Thailand Latihan Terbangkan Pesawat Tempur Canggih Gripen

27 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Berlian Enam Kali Lebih Kuat dari Aslinya

19 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Efek “Drag Crisis”: Fenomena Fisika Membuat Bola Piala Dunia 2026 Lebih Berbahaya

7 Juli 2026 - 19:49 WIB

Kecoak Menguasai Demokrasi, Politisi India Panik

22 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Uncategorized