Menu

Mode Gelap

Headline

Bocah Alvaro Kiano 6 Tahun Sudah 8 Bulang Hilang, Polisi Kehilangan Jejaknya

badge-check


					Pasukan medos membantu memasang pengumuman untuk membantu mencari keberadaanm bocah 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho, yang sudah 8 bulang hilang belum ditemukan hingga sekarang. Polisi menyatakan kehilangan jeka terhadap keberadaan anak tersebut. Foto: Instagram@arumind8 Perbesar

Pasukan medos membantu memasang pengumuman untuk membantu mencari keberadaanm bocah 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho, yang sudah 8 bulang hilang belum ditemukan hingga sekarang. Polisi menyatakan kehilangan jeka terhadap keberadaan anak tersebut. Foto: Instagram@arumind8

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Sudah delapan bulan berlalu, namun pencarian Alvaro Kiano, bocah berusia enam tahun yang menghilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, masih belum membuahkan hasil. Kasus ini menimbulkan keresahan mendalam tentang efektivitas penanganan dan koordinasi aparat penegak hukum.

Alvaro terakhir kali terlihat pada 6 Maret 2025 di Masjid Jami Al Muflihun, yang berada dekat rumahnya. Kepergiannya meninggalkan luka besar bagi keluarga, khususnya sang ibu yang tanpa henti melapor dan menanti kabar.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, menyatakan pencarian telah melibatkan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan, bahkan diperluas hingga Batam dan Cilegon. Namun, hambatan muncul dari hilangnya rekaman CCTV kunci di lokasi terakhir, yang terhapus sebelum laporan resmi masuk, mengganggu jalannya penyelidikan.

Polisi masih membuka berbagai kemungkinan, termasuk dugaan penculikan, tapi belum ada perkembangan signifikan. Sumber daya dan metode pencarian dianggap belum optimal untuk segera menemukan Alvaro.

Masyarakat diminta aktif membantu dengan mengamati ciri fisik Alvaro: kulit agak gelap, rambut cepak, dan menghubungi nomor kontak resmi: 0878-7799-2246 (Rosbana, Resmob Polda Metro Jaya), 0813-8222-5050 (Polsek Pesanggrahan), atau 110.

Alvaro menghilang pada 6 Maret 2025, saat menjalankan salat Magrib di Masjid Jami Al Muflihun. Saat itu, ia mengenakan baju dan celana hitam, serta sendal hitam. Anak berkulit agak gelap dan berambut cepak ini biasanya pulang dengan keluarga setelah salat, tetapi hari itu tidak kembali.

Keluarga baru melapor pada hari berikutnya, 7 Maret 2025. Saat itu, sebagian besar kamera CCTV di sekitar lokasi tidak berfungsi, dan rekaman yang ada tidak mencatat keberadaan Alvaro, menciptakan titik buta penyelidikan.

Lebih dari 50 hari berlalu, upaya mencari diperluas ke luar Jakarta, tetapi belum membuahkan petunjuk jelas.

Masalah kritis lain adalah munculnya seorang pria misterius yang mengaku ayah Alvaro, yang mencari anak itu di masjid, padahal ayah kandung Alvaro sedang menjalani hukuman di Lapas Cipinang. Identitas pria ini masih dalam penyelidikan dan menimbulkan tanda tanya besar.

Kasus ini menegaskan perlunya perbaikan sistem pengawasan CCTV di ruang publik dan koordinasi antar-instanasi penegak hukum agar investigasi tidak terhambat oleh persoalan teknis dan administratif. Keterlibatan masyarakat juga vital dalam membantu menemukan Alvaro. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kades Hoho Semangati Polisi agar Segera Menangkap Pelaku Teror Bom Molotov di Rumahnya

30 April 2026 - 22:46 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (11): Prostitusi Batavia, Sari yang Dihapus

30 April 2026 - 21:09 WIB

Andrie Yunus Tidak Hadir dalam Sidang Perdana Penyiraman Air Keras di Peradilan Militer

30 April 2026 - 14:51 WIB

Kebakaran Besar Melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Sebanyak 22 Damkar Dikerahkan

30 April 2026 - 14:11 WIB

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Sebar Iklan Haji Fiktif, Polisi Makkah Gerebek dan Meringkus Tiga WNI

30 April 2026 - 12:03 WIB

Bangun Flyover di 1.800 Titik Perlintasan KA, Prabowo: Rp 4 Triliun Bantuan dari Presiden Ya!

29 April 2026 - 15:43 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Ketika Rumah Aman Berubah Jadi Menyeramkan, Mengapa Kasus Little Aresha Terjadi Begitu Lama?

29 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Headline