Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Situs berita militer internasional kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari Pentagon. Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengerahkan senjata luar angkasa pengendali ruang angkasa di orbit Bumi.
Langkah ini menandai perubahan dramatis dalam postur keamanan ruang angkasa global, di mana AS untuk pertama kalinya mengakui kepemilikan dan penempatan sistem persenjataan ofensif aktif di luar atmosfer.
Pernyataan bersejarah tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Angkatan Udara Amerika Serikat, Troy Meink, dalam konferensi dirgantara di Maryland pada awal pekan ini.
Menurut Meink, pengerahan kemampuan ofensif ini dirancang untuk fungsi pengendalian ruang angkasa guna melindungi pasukan dan konstelasi satelit negara tersebut dari ancaman musuh yang semakin meningkat.
Pengakuan ini diyakini sebagai sinyal kuat yang ditujukan kepada kompetitor strategis seperti Tiongkok dan Rusia yang juga terus mempercepat program militer antariksa mereka.
Meskipun pejabat tinggi Pentagon telah membuka fakta pengerahan ini ke publik, rincian teknis mengenai sistem persenjataan tersebut masih disimpan rapat di bawah kerahasiaan tingkat tinggi.
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat tidak merilis informasi mengenai bentuk teknologi, jumlah unit, maupun lokasi spesifik penempatan senjata tersebut di orbit. Para ahli berspekulasi bahwa sistem ini melibatkan kombinasi kemampuan kinetik dan non-kinetik, seperti teknologi pengacak sinyal, senjata energi terarah, hingga proyektil fisik.
Pengakuan eksplisit ini memicu perdebatan hangat mengenai hukum internasional di ruang angkasa. Berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967, hukum internasional sebenarnya hanya melarang penempatan senjata pemusnah massal seperti nuklir di orbit Bumi.
Karena sistem yang dikerahkan Amerika Serikat dikategorikan sebagai senjata konvensional, tindakan ini dinilai tidak melanggar hukum, meski secara de facto telah mempercepat babak baru perlombaan senjata antariksa yang berisiko mengancam stabilitas keamanan global.****











