Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato |  Editor: Hadi S. Purwanto

SWARAJOMBANG.COM— Selama revolusi 1848, Bakhunin mendukung perjuangan semua orang, bangsa Slavia dan Magyars serta Jerman melawan para rejim mereka yang menindas.

Pada masa yang sama, Marx mengecam bangsa Slavia dan revolusi-revolusi petani termasuk ‘sikap bodoh kehidupan pedesaan.’ Sayangnya, visi global Bakhunin, tentang revolusi dikaburkan oleh dukungannya pada masa itu terhadap revolusi-revolusi nasional.

Karena itu dia pun ditangkap dan dipenjarakan di Saxony sebelum diekstradisi ke Rusia supaya dipenjarakan di benteng-benteng St. Peter dan Paul yang keras di St. Petersburg.

Ia mampu bertahan dalam kehidupan getir berbagai penjara itu sehingga dikirimkan ke pembuangan di Siberia. Pada 1816, dia berhasil melarikan diri dan mencapai pusat revolusioner bagi semua korban pembuangan, London.

Dari sana, dia melanjutkan perdebatannya dengan Karl Marx setelah berhasil membangun Asosiasi Pekerja Pria Internasional Pertama (First International Workingmen’s Association) kemudian melakukan pertemuan berbahaya dengan sang revolusioner Rusia, Nechayev, pelindung nihilisme.

Teroris muda kharismatis ini berhasil membujuk Bakhunin pada 1869 di Jenewa untuk menyediakan dana dan mengunjungi Komite Sentral Aliansi Revolusoner Eropa yang penuh khayalan. Bersama-sama, keduanya menghasilkan delapan pamfet.

Pamflet paling ekstrim dari semuanya adalah Revolutionary Cathechism (Katekismus Revolusioner), yang lebih merupakan karya Nechayev, dan menjadi dokumen pertama yang merumuskan ideologi dan psikologi teroris politik.

Revolusioner adalah manusia yang malang. Dia tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak punya urusan, perasaan, ikatan, harta milik, bahkan tidak memiliki nama sendiri.

Semua yang ada di dalam dirinya terserap oleh satu kepentingan, satu pikiran, satu nafsu eksklusif — revolusi…

Seluruh sistem sosial yang hina dina seharusnya dibagi dalam beberapa kategori. Dalam kategori pertama, ada orang-orang yang dihukum mati tanpa perlu ditunda lagi.

Aliansi seharusnya membuat daftar orang-orang yang dihukum akibat kerugian yang mereka timbulkan terhadap berhasilnya sebuah penyebab…

Aliansi tidak memiliki tujuan lain selain menyempurnakan pembebasan dan kebahagiaan massa, kebahagiaan rakyat yang hidup dari pekerjaan tangannya.

Tetapi, yakin bahwa kebebasan serta tercapainya kebahagiaan hanya mungkin terjadi melalui revolusi popular yang menghancurkan semuanya, maka Alliansi dengan semua sarana dan kekuataannya memperluas pembangunan dan penyuluhan orang-orang jahat dan bencana-bencana ini yang akhirnya harus menguras tuntas kesabaran rakyat dan mendorong mereka melakukan kerusuhan umum…
26.

Mengkonsolidasi pekerjaan ini menjadi kekuataan yang dapat dilihat sembari menghancurkan semuanya menjadi obyek utama organisasi kita; inilah konspirasi kita, tugas kita.

Nechayev meninggalkan Swiss guna melancarkan revolusi di Rusia. Dia membentuk sebuah masyarakat dan suratkabar bernama The Retribution of The People ( Balas Dendam Rakyat). Dia pun mengorganisasikan kelompok–kelompok para konspirator berdasarkan prinsip kaum Illuminati (Kaum Yang Tercerahkan).

Yaitu bahwa setiap sel yang terdiri dari lima anggota memiliki seorang pemimpin yang melaporkan kepada komite sentral, yang bertanggung jawab kepada Nechayev sendiri.

Ketika ditentang karena kecenderungan otorianismenya oleh Ivanov, seorang anggota komite, Nechayev pun membunuhnya di sebuah taman. Jenazahnya diberi batubata sebagai pembeban kemudian dibuang ke dalam sebuah sendang.

Nechayev dengan demikian mengimplikasikan adanya para revolusioner lain dalam darah persaudaraan kejahatan.

Ketika polisi rahasia Rusia menyelidiki kasus pembunuhan itu, Nechayev melarikan diri lagi kepada Bakhunin di Swiss.

Dia diterima dengan senang hati oleh sang anarkis yang sedang menua, yang menuliskan tentang kemungkinan penderitaan anak didik dan pengikutnya:

Dia ditangkap, dipukul babak belur setengah mati, kemudian dibebaskan hanya untuk mulai dipukul babak belur lagi. Para penyiksanya itu memiliki kemampuan menyiksa yang sama. Individu tidak diperhitung.

Tempatnya diambil alih oleh orang banyak, yang tidak terlihat, tidak diketahui dan tidak jelas, namun selalu bekerja setengah mati setiap hari dan setiap hari pula dihidupkan kembali.

Dalam jumlah lusinan mereka ditangkap namun ratusan orang bakal datang menggantikan mereka.

Individu menghilang, tetapi orang banyak itu abadi tumbuh kembang kekuatannya dari hari ke hari. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Sempat Diadang Petugas, Sidak Tim Ombudsman Temukan ‘Hotel Mewah’ di LP Cibinong

24 September 2026 - 15:41 WIB

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Trending di Nasional