Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BATANG, SWARAJOMBANG.COM — Puluhan warga Dusun Rowosuko, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD Kalisari, Selasa pagi, 22 September 2026, setelah diduga mengalami keracunan massal.
Sebagian besar korban adalah lanjut usia dan balita yang sebelumnya mengonsumsi makanan tambahan dari kegiatan Posyandu setempat.
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, kejadian bermula pada Senin sore, 21 September 2026, saat para kader Posyandu membagikan pangan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada warga yang hadir.
Menu yang disajikan berupa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem. Tak berselang lama setelah dikonsumsi, sejumlah warga mulai mengeluhkan pusing, mual, diikuti muntah dan diare.
Keluhan semakin meluas hingga dini hari berikutnya, sehingga pada pagi harinya korban dibawa secara berkelompok ke RSUD Kalisari untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis yang menangani langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap para korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat mengarah pada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) yang terdapat pada salah satu jenis makanan yang dikonsumsi.
Namun, pihak medis menyatakan bahwa pemeriksaan sampel secara menyeluruh masih berlangsung di laboratorium untuk memastikan jenis bakteri, tingkat pencemaran, serta makanan mana yang menjadi sumber utama.
Keterangan dari orang tua korban menyampaikan bahwa mereka berharap ada kejelasan segera mengenai proses pengolahan, kebersihan, dan asal bahan makanan yang dibagikan.
Sementara itu para kader Posyandu menyatakan bahwa kegiatan pembagian makanan dilakukan seperti biasa dan belum mengetahui pada tahap mana terjadi pencemaran.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. H. Syaifuddin Zuhri mengonfirmasi kejadian, menyatakan sampel diperiksa, mengimbau warga telah menerima laporan kejadian dan sedang melakukan penelusuran di lokasi serta pengambilan sampel sisa makanan.
Belum ada kepastian apakah kasus ini akan ditingkatkan ke ranah pidana atau dinyatakan sebagai murni kelalaian higiene.
Perlu diluruskan pula bahwa hingga saat ini tidak ditemukan keterkaitan kegiatan ini dengan lembaga pendidikan tertentu.
Kegiatan pemberian makanan berpusat di Posyandu, sehingga anak-anak yang ikut serta adalah warga balita setempat, bukan kegiatan belajar mengajar sekolah. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi tim penyelidik sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut.
Kronologi
- Senin sore, 21 September 2026 — Kader Posyandu membagikan PMT berupa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem kepada warga Dusun Rowosuko, Desa Rowobelang.
- Senin malam hingga dini hari — Sebagian warga mulai mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.
- Selasa pagi, 22 September 2026 — Puluhan warga yang terdiri dari lansia dan balita dilarikan ke IGD RSUD Kalisari untuk mendapat penanganan medis.
- Selasa siang — Pemeriksaan awal tim medis mengindikasikan dugaan kontaminasi bakteri E. coli; sampel dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Selasa hingga Rabu — Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan melakukan penelusuran di lokasi kejadian; hasil lengkap penyelidikan belum dirilis.
- Sampai saat ini — Belum ada nama korban yang dipublikasikan; belum ada kepastian makanan mana yang tercemar; belum ada keterlibatan sekolah yang terkonfirmasi.**











