Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Anak Krakatau Erupsi Semburkan Lava Pijar 15 Km: GetaranTerasa di Jabar, Banten dan Lampung

badge-check


					Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026, gununh Anak Krakatau erupsi besar, getarannya terasa sampai di Jsbar, Banten dan Lampung. Foto: BBC Perbesar

Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026, gununh Anak Krakatau erupsi besar, getarannya terasa sampai di Jsbar, Banten dan Lampung. Foto: BBC

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEW.COM,  BANTEN — Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas dahsyat.

Sejak Jumat malam, 4 September 2026, gunung api ini meletus secara menerus hingga Sabtu siang, 5 September 2026.

Memancarkan semburan lava ke udara setinggi menara serta kolom abu vulkanik yang menembus lapisan atmosfer hingga ketinggian luar biasa.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan disertai fenomena air mancur lava (lava fountain) terang benderang yang melesat ke angkasa, diiringi dentuman keras berulang-ulang.

Warga di pesisir Banten seperti kawasan Carita, Labuan, hingga Pandeglang melaporkan suara gemuruh terdengar nyata hingga ke daratan utama.

Bahkan getaran letusan terasa hingga Bandung, Majalengka, dan Sumedang, membuat pintu serta jendela rumah bergetar seakan diguncang angin kencang.

Kolom abu vulkanik naik menjulang hingga sekitar 15.000 meter atau setara ketinggian terbang pesawat komersial, menurut pemantauan VAAC Darwin.

Awan debu vulkanik tebal itu bergerak ke arah barat menyebar di atas perairan Laut Hindia dan selatan Pulau Jawa.

Saat ini status Gunung Anak Krakatau tetap bertahan di Level III / Siaga, belum naik ke status tertinggi. Meski demikian, PVMBG telah menetapkan zona larangan sejauh 3 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat pesisir Lampung Selatan hingga Banten diminta waspada terhadap abu vulkanik yang berpotensi turun hujan abu serta gelombang bahari akibat runtuhan material ke laut.

Nelayan, wisatawan, dan kapal pelayaran diimbau menjauhi area larangan dan memantau pembaruan rutin setiap enam jam.

“Tetap tenang namun waspada. Hindari kawasan di sekitar kawah. Jika turun hujan abu, gunakan masker dan lindungi mata,” demikian imbauan resmi PVMBG disiarkan lewat media dan kantor pemerintah daerah sekitar.

Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan parah maupun korban jiwa. Namun dampak terhadap penerbangan dan pelayaran Selat Sunda dipantau ketat mengingat kolom abu mencapai jalur udara internasional.

Gunung Anak Krakatau memang dikenal memiliki sifat letusan mendadak dan berulang. Sejak erupsi besar tahun 2018 yang mengubah bentuk pulau dan memicu tsunami selat Sunda, pemantauan dilakukan terus-menerus tanpa henti.

Kronologi

  •  Jumat malam, 4 September 2026 — Aktivitas erupsi dimulai, semburan lava dan abu terlihat jelas dari pantai Banten maupun Lampung
  • Dini hari hingga Sabtu pagi, 5 September 2026 — Letusan berlangsung menerus, dentuman dan getaran terdengar hingga ke daratan Jawa dan Lampung
  • Sabtu siang, 5 September 2026 — VAAC Darwin konfirmasi kolom abu mencapai ±15 km bergerak ke barat; PVMBG tegaskan status tetap Siaga, larang mendekat radius 3 km
  • Saat ini — Pemantauan terus berjalan, masyarakat diimbau pantau pembaruan resmi PVMBG dan bersiap langkah perlindungan diri. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aparat Polres Mojokerto Ringkus 21 Terduga Pelaku Pengeroyokan Massal di Jl. Umpu Nala

21 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jatim Siapkan Peluncuran Trans Jatim Koridor-2 Akhir Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional