Penulis: Arief H. Sorsatyo | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM–Pemilik akun instagram@syamsul_marif11, mengunggah 7 video membahas aksi demo 27 Agustus 2026.
Menggunakan kopyah dan bersarung, Syamsul begitu jernih membeberkan rangkuman kepiawai aparat dalam menaklukkan aksi demontrasi, dengan narasi istilah romantis: Belaian Kasih Sayang Aparat.
Ia membagi tiga fase dalam 12 skenario aksi demo yang digelar Kamis hari ini, 27 Agustus 2026.
Sebelum Hari H
SKENARIO KE-1 — Pengantaran Logistik Diganggu
Pengantaran logistik akan diganggu. Aparat menggunakan alasan keamanan. Cara pertama: penutupan jalan — jalan ditutup semuanya alasan keamanan, sehingga akses keluar-masuk logistik jadi susah.
Di sinilah peran ojol, warga Jakarta, warga Jabodetabek untuk saling bahu-membahu. Warga bantu warga.
Cara kedua: demo tandingan di sekitar lokasi basecamp logistik, menyusahkan pengantaran logistik. Perlu pengawalan.
SKENARIO KE-2 — Pembatasan Akses Menuju Lokasi
Pembatasan akses menuju lokasi — jalan ditutup di area pembatasan maupun di daerah masing-masing.
Tujuan pemerintah: supaya demo tidak terpusat di DPR. Karena kalau terpusat di DPR, jumlah peserta kelihatan banyak dan bisa menandingi demo tandingan.
Tiga solusi:
1. Koordinator wilayah berkomunikasi dengan pusat — ancam aparat jika demo dialang-alangi. Sampaikan: jika akses ditutup, tidak bisa menjamin kedamaian.
2. Berangkat sangat pagi sebelum hari H.
3. Berkelompok kecil, berpisah, bertemu di DPR. Jangan mencolok.
Fase Hari H
SKENARIO KE-3 — CCTV Dimatikan
CCTV milik pemerintah dimatikan di hampir semua titik Jakarta. Alasan resmi: keamanan. Sebenarnya: menutup jejak aparat.
Saran: Rekam diam-diam. Banyak penyusup terorganisir di sekitar lokasi. Jangan mencolok saat merekam.
SKENARIO KE-4 — Live Media Sosial Dimatikan/Dibatasi
Live sosmed akan dimatikan atau diblokir permanen. Siapa pun yang live di sekitar lokasi kemungkinan akunnya diblokir atau dihapus. Tujuan: menutup jejak aparat.
SKENARIO KE-5— Media Nasional Dilarang Live
Media nasional dilarang melakukan siaran langsung. Dulunya bebas, sekarang dilarang atas nama penertiban & keamanan. Sebenarnya: takut respons media asing. Jangan berharap ada live di TV — laporan tetap ada, tapi live tidak ada.
SKENARIO KE-6 — Drone Dilumpuhkan
Drone akan dilumpuhkan. Ada alat pelumpuh drone di lokasi. Tujuan: menutup jejak aparat DAN menutup jejak penyusup terorganisir supaya tidak terbongkar. Kecuali drone pemerintah — tetap bisa terbang.
SKENARIO KE-7 — Pembatasan View & Pemblokiran Akun
Membahas demo 27 Agustus = view anjlok. Pemerintah, parpol, DPR, dan aparat sedang kompak meredam demo. Akun-akun yang membahas ini dibatasi jangkauannya, bahkan diblokir/dihapus permanen.
Solidaritas: Warga bantu warga — dimulai dari sekarang. Rapatkan barisan: ojol, influencer, content creator, emak-emak FB, pekerja, semua warga.
Kasus nyata: Mas Botok dipeluk ojol yang memberikan jam tangan dan isi dompetnya — bukti solidaritas warga.
SKENARIO KE-8 — Pemblokiran Rekening & Akun Sosial Media Pentolan
Akun-akun pentolan Pati (Mas Botok, Mas Apro) diblokir & dihapus permanen dari TikTok — ada campur tangan Kominfo.
Rekening Mas Botok Rp80 juta (hasil donasi) diblokir Bank Mandiri atas tekanan pemerintah. Uang ini rencananya untuk menyewa bus warga Pati ke Jakarta. Sekarang terblokir. Mas Botok & Mas Teguh sekarang di Pati mengurusnya.
Hati-hati mencari talangan dana: Jangan dari politisi — nanti dituduh ditunggangi. Gunakan tokoh publik, akademisi (Ferry Amsari), aktivis independen (Gus Roy Murtado), atau figur publik luar negeri agar lebih sulit diblokir.
SKENARIO KE-9 — DPR Memberi Harapan Palsu
Jangan percaya janji pejabat. RUU Perampasan Aset dikatakan “dikebut, selesai Desember” — tapi draf TIDAK DIPUBLIKKAN.
Mana draf RUU Perampasan Aset? Mana RUU Hukum Koruptor? Tidak dipublikasikan.
Mengingatkan pada pengalaman RUU Revisi TNI yang disahkan cepat tanpa transparansi.
SKENARIO KE-10 — Membuat Demo Dicitrakan Anarkis & Pendemo Bayaran
Nanti akan ada narasi: demo ricuh, ada pendemo bayaran, ada sajam sebagai barang bukti.
Aparat akan menangkap orang dengan sajam — bahkan bisa diatur supaya pelakunya dari Pati, untuk membangun persepsi warga Pati datang ke Jakarta buat kerusuhan. Lalu disebarkan ketakutan agar orang takut datang.
SKENARIO KE-11 — Menargetkan Tokoh Kunci Agar Tidak Hadir
Upaya membuat tokoh aliansi dalam keadaan tidak bisa hadir — sakit, keracunan, gangguan perjalanan. Harap Mas Botok & Mas Teguh berhati-hati dalam makanan & minuman.
SKENARIO KE-12 — Pengalihan Isu & Narasi Balik
- Kasus viral besar dibuat untuk mengalihkan fokus masyarakat
- Bencana alam dikaitkan sebagai “akibat demo”
- Narasi: pendemo bayaran — dari kaum 16 persen, dari “Mulyono”, dari “antek asing” (George Soros, dll.)
- Demo tandingan digerakkan di sekitar lokasi
- Semua ini untuk melemahkan tekanan rakyat
SAAT HARI H — TINDAKAN YANG DILAKUKAN
– Berangkat pagi-pagi sekali, berkelompok kecil, tidak mencolok
– Dokumentasi diam-diam karena alat resmi dibatasi
– Tetap damai — jangan terpancing provokasi penyusup
– Solidaritas warga bantu warga — saling jaga, saling bantu
– Sinyal kemungkinan mati — siapkan komunikasi alternatif
– Jangan bawa benda yang bisa dipakai sebagai alasan provokasi
SETELAH HARI H
- Narasi balik: demo anarkis, pendemo bayaran, jumlah peserta direkayasa
- Simpan bukti di banyak tempat — jangan di satu perangkat saja
- Sebarkan melalui banyak saluran agar tidak bisa dihapus
- Tekanan berlanjut — jangan berhenti setelah 27 Agustus
- Awasi proses legislasi — RUU harus terbuka, tidak boleh disahkan diam-diam.**











