Menu

Mode Gelap

Nasional

Setelah Gunung Kidul, PNIB Guyurkan 99.999 L Air Bersih di 11 Desa Bojonegoro

badge-check


					Setiap tahun, PNIB melaksanan bantuan air bersih di wilayah yang sering mengalami kekeringan air. Rabu 26 Agustus 2026, mengirim pasokan air bersih di kabupaten Bojonegoro, Jatim. Foto: ist Perbesar

Setiap tahun, PNIB melaksanan bantuan air bersih di wilayah yang sering mengalami kekeringan air. Rabu 26 Agustus 2026, mengirim pasokan air bersih di kabupaten Bojonegoro, Jatim. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

BOJONEGORO, SWARAJOMBANG.COM— Warga Bojonegoro, Jatim, mendapat pasokan sebanyak 99.999 liter air bersih pada saat musim kemarau ini.

Bantuan air bersih ini merupakan rangakaian peringatan Maulid Nabi, menyambut Pembukaan Nuktamar ke 35 NU di Jombang, serta perayaan 17 Agustusan.

Bantuan air bersih ini merupakan hasil ketja sama bakti sosial yang diinisiasi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama:

  • Asparagus (Aspirasi Para Lora dan Gus),
  • BEM PTNU (Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’,
  • Pagar Nusa Gasmi Ngraho,
  • MP3I (Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Indonesia),
  • FK3I (Forum Komunikasi Kyai Kampung Seluruh Indonesia)

11 Tangki

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih 99.999 liter menggunakan 11 tangki yang berkapasitas 9700 liter.

Dibagikan di desa Nganti (dukuh Tukbuntung, Dukuh Jati, Dukuh Jeding, Desa Sugihwaras (Dukuh Sambirobyong), Desa Jumok (dukuh Banyu Urib) dan di Desa Ngraho kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro.

Baksos ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang hingga kini masih menghadapi persoalan krisis air bersih.

Menurutnya, persoalan tersebut bukanlah masalah baru, melainkan telah dirasakan masyarakat Bojonegoro, Lamongan dan sekitarnya selama puluhan tahun.

Kepedulian

Di tengah kondisi tersebut, Gus Wal menyoroti keberadaan industri ekstraktif yaitu ExxonMobil yang telah sangat lama mengeksploitasi sumber daya alam Bojonegoro, khususnya minyak bumi.

Ia menilai masyarakat sebagai pemilik wilayah dan sumber daya alam semestinya memperoleh manfaat yang lebih besar dari kekayaan alam yang berada di daerahnya tersebut, papar Gus Wal.

“Jangan sampai kekayaan minyak bumi Bojonegoro terus diambil, sementara masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur dan Indonesia masih harus berjuang mati matian mendapatkan air bersih.” Tegasnya.

“Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton hasil sumber daya alamnya dieksploitasi ditanahnya sendiri, namun tak dapat merasakan dan menikmati kekayaaan tanahnya sendiri” tegas Gus Wal.

Gus Wal juga menyoroti kontribusi ExxonMobil yang menurutnya masih minim dirasakan secara langsung oleh masyarakat Bojonegoro dibandingkan dengan besarnya aktivitas eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.

Bagi PNIB, bantuan 99.999 liter air bersih bukan sekadar bantuan sosial, bukan sekadar angka, tetapi juga merupakan simbol kepedulian dan doa.

Angka tersebut sengaja dipilih karena NU identik dengan simbol bintang sembilan, sekaligus menjadi doa dan harapan agar pelaksanaan Muktamar NU ke-35 pada 27–31 Agustus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

Dapat berlangsung lancar, tertib, aman, damai, sejuk, dan penuh persaudaraan, serta membawa keberkahan, kesejahteraan, kebahagiaan, kemakmuran dan keselamatan bagi warga nahdliyin, rakyat dan bangsa Indonesia, Jelas Gus Wal.

Gus Wal berharap Muktamar NU ke-35 mampu melahirkan kepemimpinan dan kepengurusan baru PBNU yang berwibawa, berintegritas, berkarakter, dan memiliki visi besar untuk membawa NU semakin digdaya dalam menjalankan khidmahnya.

“Harapan kami, Muktamar NU ke-35 melahirkan para pemimpin dan pengurus yang alim, zuhud, berintegritas, serta siap totalitas berkhidmat untuk kepentingan para kiai, pondok pesantren dan seluruh warga Nahdliyin, serta lebih berperan serta berkontribusi bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Gus Wal.

Gus Wal menegaskan, NU ke depan harus tetap berpijak pada Khittah Nahdlatul Ulama, Qanun Asasi, serta AD/ART, sehingga organisasi tidak kehilangan jati diri dan orientasi perjuangannya.

Menurutnya, kekuatan NU harus senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara, serta kepentingan para Kyai, Pondok Pesantren, dan warga Nahdliyin, terang Gus Wal.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bapanas Pastikan Stok Beras RI Aman untuk Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Purbaya Kecewa Data DTSEN Amburadul padahal Anggarannya Rp7 T

26 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Polres Jombang Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Muktamar NU ke-35

26 Agustus 2026 - 13:34 WIB

RSKKA Ubah SMP dan SMK Damlek Menjadi RS Kolaboratif untuk Layani Korban Gempa

25 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Angka Rilis PHK Buruh Kemnaker Belum Cerminkan Kondisi Riil

25 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Muncul Rekaman WA agar Sopir dan PO Bus di Pati Batalkan Berangkat ke Jakarta

25 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Pangdam Riau Siapkan Peterjun Andal untuk Padamkan Karhutla, Presiden: Ini Terobosan Baru

25 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Reaksi Penundaan Transaksi, Muncul Video di Medsos Aksi Potong Kartu ATM Bank Mandiri

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

PPATK Tegaskan Tidak Hentikan Rekening, Polisi Periksa Botok dan OJK 26 Agustus 2026

25 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Trending di Nasional