Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

SWARAJOMBANG.COM— Revolusi Prancis beserta konsekwensinya diperlihatkan dengan sangat baik oleh Jacques-Louis David dalam bukunya Marat, Assassinated (Marat, Terbunuh), yang merupakan preluda atas hempasan angin dari buku Napoleon crossing the Alps (Napoleon Menyeberangi Pegunungan Alpen).

Berbagai guncangan menyusul pembunuhan pemimpin terroris yang tengah mandi menjadi tuduhan teror itu sendiri; dibohongi para pembunuhnya sendiri. Memang, Marat tidak kebal dari balas dendam hukuman mati.

Tirani yang didukungnya dengan dalih Kehendak Rakyat seperti diperlihatkan Daud, berakhir dalam despotisme Napoleon, yang melesat menunggang menuju kemenangan kekaisaran yang akhirnya merendahkan martabat manusia.

Kekalahan Napoleon di Spanyol menginspirasi Fransico de Goya memperlihatkan deskripsi lebih maju dari ketakutan selama perang.

Berkat dukungan pasukan-pasukan Duke of Wellington, petani bangkit menentang pendudukan Perancis membebaskan semenanjung Iberia setelah tahun 1808, sehingga menghentikan pesaingnya di Waterloo.

Rangkaian rangkaian lukisan karya Goya, Los desastres de la Guerra (Tentang Bahaya Perang), memperlihatkan konsekwensi revolusi atas kemerdekaan, yang dirusak menjadi tirani buas.

Pejuang kemerdekaan Spanyol dengan brutal dieksekusi karena keyakinan mereka yang salah bahwa Perancis akan datang membebaskan, bukan untuk menaklukan mereka.

Dalam karyanya sang pelukis tidur, sketsanya Caprichos memperlihatkan impian Akal Budi yang tengah menciptakan para monster. Dan memang, terjadi.

Karya-karya kontemporer Goya mencoba melakukan rekonsiliasi “persaudaraan penggali kubur, kesederajatan makam serta kebebasan maut.”

Setelah Goya, seorang pelukis jenius Inggeris pula berkurangnya Teror Besar lain masa itu. Pada 1840, J.M. W. Tunrer melukiskan The Slave Ship (Kapal Budak) atau Slaves Throwing Overboard the Dead and Dying – Typhoon Coming On (Budak Melemparkan Diri dari Kapal Penumpang Mati dan Sekarat—Badai Berkecamuk).

Lukisan itu menyajikan insiden sesungguhnya, ketika enam puluh tahun sebelumnya seorang kapten kapal melemparkan dari kapalnya penduduk Afrika yang sakit yang diangkutnya agar bisa mengklaim asuransi atas kapalnya.

Menyadari kenyataan ini, budak-budak terakhir dengan putusan sendiri melompat ke dalam kebebasan laut buas.

Dalam lukisan itu, gelombang keras dan mentari senja merah darah mendominasi, walau ikan-ikan hiu memakan tungkai dan lengan jenasah-jenasah hitam yang dirantai.

Para budak dan kapal nyaris tenggelam dalam alam yang marah. Kekejaman manusia menyerang surga, yang sebaliknya marah kepada ketidakadilan manusia kepada manusia lain.

John Ruskin yang pernah memiliki lukisan itu, mengatakan bahwa keabadian karya Turner dapat ditemukan dalam lukisan itu, namun dia menjualnya kepada seorang warga Amerika karena sulitnya hidup di hadapan pertunjukan penderitaan manusia.

Berbagai lukisan itu merupakan pengakuan atas perbuatan jahat yang beriring jalan dengan penolakan atas kekejaman masa lalu.

Ikan-ikan hiu merepresentasikan orang-orang kulit putih yang melumat tuntas mangsa mereka yang terkungkung sementara kemarahan ilahi mengancam semuanya dalam angin topan yang marah, disamarkan sebagai badai di lautan.

Kepekaan kaum Victoria hanya akan menerimanya seperti ini, seperti diperlihatkan dalam karya Gericault, Raft of Medussa (Rakit Medussa).

Dalam lukisan itu, suasana muram menggayuti orang-orang yang mampu bertahan hidup ditarik keluar dari kesulitannya, sementara kapal penyelamat ragu-ragu berlayar melewatinya.

Ada aturan yang memang dibuat untuk mengelola ketakutan manusia sehingga dapat dilukiskan. Kesadaran diri dibiarkan agar mampu menyisipkan hal yang hanya disarankan untuk dilihat. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peringati Hari Jadi ke 116, Bupati Warsubi Ziarah di Makam Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang Melalui Komsos Membangun Desa Klitih Plandaan

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pasar Cukir Jombang Terbakar, Sebanyak 54 Kios Pakaian Ludes

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kasus Keracunan Pindah ke Bogor setelah Cirebon, 103 Siswa Cisarua Dirawat ke Rumah Sakit

21 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hanya 5 Jam Polisi Perak Ringkus Pelaku Pencuri Motor di Musala Glagahan

21 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Daging Ayam Rp50.000, Cabai Rawit Melambung Rp150.000 per Kg

21 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Destry Damayanti: DP 0% untuk Semua Jenis Rumah

21 Oktober 2026 - 19:21 WIB

KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda, SAR Gabungan Berhasil Evekuasi 460 Penumpang dan Kru

21 Oktober 2026 - 17:07 WIB

2026 PAD Mencapai 77,69 %, Sholahuddin: Mengarah Jombang Mandiri Anggaran

21 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Trending di Nasional