Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SEMARANG — Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, telah 381 hari terus mencari keberadaan putrinya bernama Mozza Axillia Gunarsa (18 tahun), gadis asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Remaja putri ini hingga kini belum terungkap dimana keberadaanya.
Berdasarkan keterangan resmi kepolisian dan keterangan ayahnya, Singgih Datya G (42), Mozza terakhir kali meninggalkan rumah pada Rabu, 25 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB .
Melalui pesan WhatsApp kepada orang tuanya, Mozza berpamitan hendak mengantarkan laptop milik temannya di kawasan sekitar Makodam Semarang.
Namun belakangan diketahui, teman yang disebutkan tersebut tidak pernah memiliki janji bertemu dengan Mozza.
Ia mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 hitam bernomor polisi H 5344 ALC, mengenakan baju putih lengan panjang, hijab, dan sandal krem bermerek Reebok, serta tidak membawa STNK .
Keterangan Resmi Kepolisian
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menegaskan laporan kehilangan sudah diterima dan ditangani secara serius.
“Sampai saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan didukung penuh oleh Dit Reskrimum, Dit Ressiber, serta Ditres PPA‑PPO Polda Jateng,” ujarnya .
Terkait kendala penyelidikan, Bodia menjelaskan: “Ponsel milik Mozza ditemukan warga di kawasan Kota Lama Semarang, namun kondisinya sudah diatur ulang pabrik (factory reset), sehingga sulit dilacak jejak digitalnya.”
Selain itu, KTP dan SIM miliknya ditemukan terpisah di lokasi lain, namun belum memberikan petunjuk pasti.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy juga menegaskan: “Sudah dilakukan pencarian ke berbagai arah termasuk hingga ke wilayah Jawa Timur, namun hasilnya masih nihil. Kami akan terus berupaya mengusahakan pencarian sampai ditemukan,” imbuhnya singkat.
Pihak keluarga menyayangkan hingga kini belum ada penjelasan rinci maupun keterangan lengkap langsung dari Kapolres maupun Kepala Bidang Humas Polres Semarang, meskipun sudah ada keterangan dari Kasat Reskrim dan Polda Jateng.
Keluarga menilai perkembangan informasi yang diterima masih terbatas dan prosesnya terkesan lambat.
Fakta Tambahan & Harapan Keluarga
Mozza ternyata diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) pada Juli 2025, namun ia tidak pernah sempat mengetahui kabar bahagia tersebut karena sudah lebih dulu menghilang.
Kini muncul petunjuk baru yang diterima keluarga dari laporan warga di media sosial: ada yang mengaku melihat motor yang dikendarai Mozza sering terlihat di sekitar angkringan dekat kawasan Pabrik Gula Klaten, serta ada informasi yang menyebutkan Mozza terlihat di wilayah Jakarta Pusat bersama orang asing. Namun informasi ini belum terkonfirmasi resmi oleh kepolisian.
“Saya hanya berharap anak saya pulang. Di luar sana ngeri Kak, kasihan adik dan orang tuamu yang terus menanti,” ujar Singgih lirih penuh harap.
Ia meminta siapa saja yang mengetahui keberadaan Mozza segera melapor ke pihak berwenang atau menghubungi keluarga, serta mendesak kepolisian untuk lebih terbuka dan serius mengungkap keberadaan putrinya.
Polda Jawa Tengah memastikan setiap informasi yang masuk akan segera ditindaklanjuti, namun hingga saat ini belum menetapkan status kasus sebagai penculikan, pelarian, atau peristiwa lain.**











