Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
PALU, SWARAJOMBANG.COM— Muncul beberapa laporan liputan dan medsos ada korban luka, gedung roboh akibat gempa bumi berkekuatan besar magnitudo 6,7.
Pusat gempa 23 km dari Kota Palu dan kabupaten sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa 16 Juni 2026 sekitar pukul 11.27 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis pernyataan resmi dan memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Berdasarkan data pengukuran resmi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 0,92° Lintang Selatan dan 119,78° Bujur Timur, tepatnya berada di daratan sekitar 23 km arah Barat Daya Kota Palu, pada kedalaman dangkal 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
“Gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal, sehingga menghasilkan guncangan yang terasa cukup kuat dan menjalar ke wilayah‑wilayah yang cukup luas di sekitarnya, namun karena episenter berada di darat dan tidak memenuhi syarat pembentukan gelombang laut, kami tegaskan tidak ada potensi tsunami sama sekali,” jelas Drs. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Kepala BMKG.
Saat memberikan keterangan pers yang disampaikan melalui saluran resmi, pukul 12.15 WITA.
Pantauan awal di lapangan menunjukkan guncangan tercatat dalam skala Intensitas V‑VI MMI di wilayah Palu dan sekitarnya, terasa hingga Kabupaten Sigi, Donggala, serta sebagian wilayah Parigi Moutong.
Warga melaporkan merasakan getaran kuat selama 10–15 detik, membuat banyak orang berhamburan keluar rumah, kantor, dan tempat umum untuk menghindari bahaya runtuhan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Ir. Sudirman, M.Si., menyatakan tim gabungan telah segera dikerahkan melakukan pengecekan menyeluruh:
“Sampai dengan laporan awal pukul 15.00 WITA, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan parah maupun korban jiwa. Kami terus melakukan pemantauan dan pencatatan dari setiap kecamatan, serta mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan menghindari bangunan yang terlihat retak atau rapuh.”
Catatan pelengkap: Beredar rekaman CCTV guncangan yang dikaitkan dengan peristiwa ini di media sosial — setelah diverifikasi, rekaman tersebut bukan berasal dari wilayah Palu, melainkan rekaman guncangan yang dirasakan di lokasi lain.
BMKG mengingatkan warga tetap waspada: “Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih mungkin terjadi selama 1–3 hari ke depan, namun tidak akan mengubah kondisi utama yang sudah dipantau dengan ketat.”
Pemerintah daerah juga telah membuka posko informasi dan layanan darurat bagi warga yang membutuhkan bantuan.**











