Menu

Mode Gelap

Headline

Tiru Pakistan, Presiden Buka Wacana Kerja 4 Hari Seminggu Hadapi Harga BBM Tinggi

badge-check


					Presiden RI Prabowo Subianto. Instagram@prabowoforpresident Perbesar

Presiden RI Prabowo Subianto. Instagram@prabowoforpresident

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik global, dengan menekankan penghematan energi secara proaktif meski kondisi domestik relatif stabil .

Arahan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Arahan itu dilakukan merujuk dinamika geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang berpotensi mengganggu pasokan energi dan pangan.

Presiden menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh menganggap situasi global aman sepenuhnya, sehingga langkah penghematan konsumsi BBM harus segera dilakukan .

Ia meminta kementerian terkait menyiapkan skenario konkrrt, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas, penghentian pengadaan mobil baru, serta pengurangan perjalanan luar negeri dan kegiatan seremonial.

Upaya ini melanjutkan efisiensi anggaran kendaraan dinas era sebelumnya untuk jaga stabilitas APBN 2026.

Presiden juga membuka wacaba Kebijakan Work From Home 50 Persen, untuk hemat BBM,

Presiden mengusulkan penerapan work from home (WFH) hingga 50 persen bagi pegawai pemerintah dan swasta, merujuk keberhasilan saat pandemi COVID-19 yang memangkas konsumsi BBM signifikan serta kurangi kemacetan lalu lintas.

Selain itu, kajian pengurangan hari kerja menjadi empat hari seminggu juga dipertimbangkan, seperti model di Pakistan . Langkah ini diharapkan menjaga stabilitas fiskal di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif.

Secara keseluruhan, arahan ini bagian dari strategi ekonomi berdikari 2026, dengan target pertumbuhan 5,4 persen, penurunan kemiskinan ke 6,5-7,5 persen, dan pengangguran 4,44-4,96 persen melalui optimalisasi sumber daya alam.

Presiden juga ingatkan pemanfaatan GovTech untuk tekan kebocoran anggaran hingga 40 persen . Pemerintah tekankan kemandirian domestik tanpa bergantung eksternal.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional