Menu

Mode Gelap

Nasional

Polisi Sergab Koh Erwin di Atas Kapal Ilegal Perairan di Asahan, Lari ke Malayia Bayar Perahu Rp 7 Juta

badge-check


					Polisi mengejar sebuah perahu yang milik Rahmat secara ilegal yang akan membawanya ke wilayah Malaysia. Polisi mengejar perahu itu, sebelum masuk ke wilayah Malaysia, Kamis 26 Februari 2026. Foto: Instagram@rmold.id Perbesar

Polisi mengejar sebuah perahu yang milik Rahmat secara ilegal yang akan membawanya ke wilayah Malaysia. Polisi mengejar perahu itu, sebelum masuk ke wilayah Malaysia, Kamis 26 Februari 2026. Foto: Instagram@rmold.id

Penulis: Priyo Suwarno |  Editor: Priyo Suwarno

 ASAHAN, SWARAJOMBANG.COM– Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengamankan Erwin Iskandar alias “Koh Erwin,” bandar besar sabu-sabu di Nusa Tenggara Barat (NTB), tepat sebelum ia lolos ke perairan Malaysia melalui jalur laut ilegal dari Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Koh Erwin, yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 21 Februari 2026 melalui surat nomor DPO/23/II/RES.4.2./2026/Dittipidnarkoba, nekat melarikan diri.

Ia diduga mengendalikan jaringan peredaran sabu di NTB dan terlibat penyuapan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, senilai Rp2,8 miliar.

Kronologi Penangkapan

  • 24 Februari 2026, pukul 20.00 WIB: Koh Erwin tiba di titik keberangkatan Tanjung Balai setelah diantar ke lokasi. Ia membayar Rp7 juta kepada Rahmat, pemilik kapal tradisional ilegal yang akan mengantarnya.

  • 26 Februari 2026, pukul 13.30 WIB: Koh Erwin naik kapal dan berlayar menuju Malaysia. Kapal mencapai Pematang Silo, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, saat hampir memasuki perairan internasional.

  • Pengejaran sengit: Tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Bareskrim Polri mengejar kapal tersebut. Koh Erwin sempat melawan keras, sehingga polisi terpaksa menembak kakinya untuk mengendalikan situasi.

Setelah diamankan, Koh Erwin dievakuasi ke Jakarta via penerbangan dari Bandara Kualanamu Medan dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pagi 27 Februari 2026. Penangkapan ini berawal dari informasi intelijen akurat yang memungkinkan polisi bergerak cepat.

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengonfirmasi detail operasi ini dalam konferensi pers pada 27 Februari 2026.

Ia berangkat ke titik keberangkatan pada 24 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, dengan biaya kapal Rp7 juta dibayarkan kepada Rahmat, pemilik kapal.

Polisi gabungan Bareskrim Polri mencegat kapal tersebut sebelum memasuki wilayah Malaysia pada 26 Februari 2026, sehingga pengungsi gagal.

Tidak ada nama spesifik kapal yang disebutkan dalam laporan; Hanya disebut sebagai kapal tradisional ilegal, milik Rahmat.

Penangkapan bermula dari informasi intelijen bahwa Koh Erwin akan melarikan diri; ia diantar ke titik keberangkatan pada 24 Februari dan naik kapal tradisional sekitar pukul 13.30 WIB pada hari Kamis.

Saat kapal sudah hampir memasuki perairan Malaysia di Pematang Silo, Kecamatan Silo Laut, tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC mengejar serta mengamankannya meski ia sempat melawan. Koh Erwin kemudian dievakuasi ke Jakarta melalui penerbangan dari Bandara Kualanamu.

Koh Erwin diduga mengendalikan jaringan sabu di NTB dan terkait penyuapan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro sebesar Rp2,8 miliar.

Ia menetapkan DPO melalui surat nomor DPO/23/II/RES.4.2./2026/Dittipidnarkoba, dan penangkapannya diumumkan Brigjen Eko Hadi Santoso pada tanggal 27 Februari 2026. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anggaran 2027 Rp184 Triliun, Polri Ajukan Tambahan Rp61 Triliun

17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto

Palu Diguncang Gempa Magnetudo 6.7, Muncul Laporan Gedung dan Korban Luka

16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional