Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
DAVOS, SWARAJOMBANG.COM – Di tengah forum ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump secara bersama-sama menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) pada 22 Januari 2026.
Presiden Prabowo menyebut peluncuran Dewan Perdamaian Gaza sebagai “peluang historis untuk perdamaian di Gaza, dengan harapan penderitaan warga berkurang melalui bantuan kemanusiaan yang masif.”
Ia juga menegaskan, “Indonesia siap berkontribusi aktif bersama negara-negara yang menginginkan perdamaian bagi rakyat Palestina.”
Langkah ini menandai komitmen kuat Indonesia untuk mendorong gencatan senjata permanen dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina, melanjutkan resolusi PBB 2803.
Penandatanganan berlangsung di Congress Hall, Davos, Swiss, siang waktu setempat, sebagai bagian dari World Economic Forum (WEF) 2026.
Dewan Perdamaian Gaza, yang digagas Trump sebagai badan sementara, bertugas mengelola bantuan internasional dan sumber daya untuk warga Gaza.
Inisiatif ini melanjutkan Rencana Komprehensif Penyelesaian Konflik Gaza yang didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Indonesia bergabung dengan negara-negara seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hungaria, Bahrain, Maroko, dan Argentina.
Delapan negara Arab serta mayoritas Muslim mendukung gencatan senjata abadi dan hak penentuan nasib sendiri Palestina berdasarkan hukum internasional.
Presiden Prabowo menyebutnya sebagai momen bersejarah untuk perdamaian, dengan Indonesia siap berkontribusi aktif guna meringankan penderitaan rakyat Gaza melalui bantuan masif.
Respons Internasional
Sejumlah negara, termasuk anggota Uni Eropa seperti Prancis serta China, menolak ikut serta dan lebih mengandalkan PBB untuk menstabilkan Gaza. Acara tersebut juga membahas visi AS membangun Gaza sebagai pusat bisnis, lengkap dengan janji lapangan kerja bagi warga Palestina.
Israel tidak diwakili secara langsung, meski Perdana Menteri Netanyahu diharapkan menyusul. Negara Eropa seperti Kanada, Jerman, Italia, Prancis, dan Inggris absen dengan alasan serupa.
Berikut perwakilan utama dari negara-negara peserta:
| Negara | Pemimpin/Perwakilan |
|---|---|
| Amerika Serikat | Presiden Donald Trump |
| Indonesia | Presiden Prabowo Subianto |
| Hungaria | PM Viktor Orbán |
| Argentina | Presiden Javier Milei |
| Armenia | PM Nikol Pashinyan |
| Azerbaijan | Presiden Ilham Aliyev |
| Bahrain | Sheikh Isa bin Salman Al Khalifa |
| Pakistan | PM Shehbaz Sharif |
| Qatar | PM Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani |
| Saudi Arabia | Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan Al-Saud |
| Turki | Menteri Luar Negeri Hakan Fidan |
| Uni Emirat Arab | Khaldoon Al Mubarak |
| Maroko | Menteri Luar Negeri Nasser Bourita |
| Uzbekistan | Presiden Shavkat Mirziyoyev |
| Kazakhstan | Presiden Kassym-Jomart Tokayev |
| Yordania | Wakil PM Ayman Safadi |











