Menu

Mode Gelap

Headline

BPBD Jatim Perbaiki EWS di Tapen yang Rusak Akibat Banjir Sungai Marmoyo Jombang

badge-check


					Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak cepat memperbaiki Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kabupaten Jombang, yang mengalami kerusakan akibat terjangan material pohon dan bambu yang terbawa arus Sungai Marmoyo. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak cepat memperbaiki Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kabupaten Jombang, yang mengalami kerusakan akibat terjangan material pohon dan bambu yang terbawa arus Sungai Marmoyo. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak cepat memperbaiki Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kabupaten Jombang, yang mengalami kerusakan akibat terjangan material pohon dan bambu yang terbawa arus Sungai Marmoyo.

Tim BPBD Jatim bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jombang langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi peralatan deteksi dini banjir tersebut. Kerusakan terjadi setelah derasnya arus sungai menyeret tumpukan pohon hingga menghantam sensor EWS.

“EWS-nya tersapu material banjir berupa tumpukan pohon. Sensornya juga terkena hantaman material bambu,” ujar Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, Kamis 15 Januari 2026.

Dadang menjelaskan, setelah peralatan EWS banjir Sungai Marmoyo Jombang terdampak material banjir, tim langsung melakukan asesmen serta penanganan sementara di lapangan.

Tingginya curah hujan di tengah kondisi cuaca ekstrem Jawa Timur turut berdampak pada sejumlah peralatan kebencanaan.

“Curah hujan yang tinggi tidak hanya memicu banjir, tetapi juga memengaruhi kondisi peralatan kebencanaan milik BPBD Jatim,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan penanganan sementara dilakukan dengan membersihkan material kayu dan pohon di sekitar EWS menggunakan perahu karet.

“Kita akan segera lakukan perbaikan. Dari pantauan dashboard kami, sejak akhir pekan lalu, EWS banjir di lokasi ini sudah menunjukkan sinyal status awas,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD Jatim siaga bencana menyusul masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Petugas terus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor, terutama di daerah aliran sungai. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Dibatasi Maksimal 5 Pak Pembelian Beras SPHP 

24 April 2026 - 19:06 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Trending di Headline