Menu

Mode Gelap

Headline

China Lahirkan Pesawat Gen 6 J-36: Mampu Lewati Radar S-500 dan Aegys Tanpa Jejak

badge-check


					Beginilah pesawat tempur Gen 6, buatan China J-6. Terbukti paling duslit diendus oleh radar canggih seperti S-500 dan Aegys. Foto: Instagram@aiforntuneclib Perbesar

Beginilah pesawat tempur Gen 6, buatan China J-6. Terbukti paling duslit diendus oleh radar canggih seperti S-500 dan Aegys. Foto: Instagram@aiforntuneclib

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA – China unggul dalam perlombaan jet tempur generasi ke-6 lewat J-36, prototipe revolusioner dari Chengdu Aerospace Corporation yang dijuluki “komandan siluman berbasis AI otonom”.

Pesawat ini bukan hanya mesin pembunuh udara, tapi pusat komando pintar yang beroperasi mandiri, mengubah wajah perang modern.

J-36 mengadopsi desain tailless berbasis sayap delta ganda dengan konfigurasi trijet, panjang 22,5 meter, lebar sayap 24 meter, luas sayap 248 m², dan berat lepas landas maksimum 55 ton. Ini memungkinkan muatan senjata serta bahan bakar internal besar untuk misi jarak jauh.

Keunggulan siluman multi-domain membuatnya hampir tak terdeteksi:

  • Radar: Bentuk sudut, material penyerap radar (RAM) generasi baru, serta lapisan plasma aktif yang membelokkan sinar.

  • Inframerah: Nozzle variabel mendinginkan gas buang dengan udara bypass, plus pendingin adaptif untuk permukaan kulit.

  • Elektronik dan jaringan: Komunikasi laser serta link quantum aman, mesh network terenkripsi dengan AI prediktif untuk hindari deteksi.

Hasilnya, J-36 bisa tembus pertahanan seperti S-500 atau Aegis tanpa jejak.

Otonomi AI

Ditenagai tiga mesin WS-19 (atau varian WS-15/WS-10) dengan thrust vectoring, J-36 tembus Mach 2.5 (3.087 km/jam), radius tempur 3.000-4.000 km berkat intake udara efisien. Sistem fly-by-wire, radar AESA, serta EOTS pastikan stabilitas dan targeting presisi tanpa stabilisator vertikal.

Ruang senjata internal muat 4-8 rudal (PL-15/PL-17 udara-ke-udara, YJ-12 antikapal), drone loyal wingman, serta laser directed-energy weapon (DEW) untuk pertahanan.

AI mutakhirnya izinkan pengambilan keputusan real-time, koordinasi swarm ratusan drone, dan pimpin formasi tanpa pilot manusia—kurangi risiko korban serta tingkatkan efisiensi di medan kompleks.

Di Indo-Pasifik, J-36 ubah paradigma superioritas udara, paksa rival seperti AS investasi triliunan untuk kontra-teknologi hipersonik. Namun, otonomi AI picu dilema etis: risiko kesalahan kalkulasi yang eskalasi konflik geopolitik.

J-36 jadi benchmark baru, dorong persaingan sengit antar kekuatan besar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Andire Yunus Tidak Hadir dalam Sidang Perdana Penyiraman Air Keras di Peradilan Militer

30 April 2026 - 14:51 WIB

Kebakaran Besar Melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Sebanyak 22 Damkar Dikerahkan

30 April 2026 - 14:11 WIB

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Sebar Iklan Haji Fiktif, Polisi Makkah Gerebek dan Meringkus Tiga WNI

30 April 2026 - 12:03 WIB

Bangun Flyover di 1.800 Titik Perlintasan KA, Prabowo: Rp 4 Triliun Bantuan dari Presiden Ya!

29 April 2026 - 15:43 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Ketika Rumah Aman Berubah Jadi Menyeramkan, Mengapa Kasus Little Aresha Terjadi Begitu Lama?

29 April 2026 - 11:33 WIB

KA Dhoho Hantam Truk Pasir Mogok di Rel Sananwetan Blitar, Sopir dan Kernet Loncat

29 April 2026 - 01:49 WIB

Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar, Kejati Menahan Arinal Djunaidi Mantan Gubernur Lampung

28 April 2026 - 23:32 WIB

Trending di Ekonomi