Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Bantu Penderita Stroke, Tiga Siswa SWA Menyabet Medali Emas WRO Sisihkan 91 Negara

badge-check


					Tiga pemuda dan pemudi Indonesia masuk dalam Tim SWA RobotKnihts RI berhasil menyisihkan 91 negara dan meraih medali emas   Kompetisi WRO di Singapura: Berhadiah Start UP LUMA di Singapra. Foto: tangsellife Perbesar

Tiga pemuda dan pemudi Indonesia masuk dalam Tim SWA RobotKnihts RI berhasil menyisihkan 91 negara dan meraih medali emas Kompetisi WRO di Singapura: Berhadiah Start UP LUMA di Singapra. Foto: tangsellife

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

SINGAPURA, SWARAJOMBANG.COM – Prestasi gemilang diraih Indonesia di panggung robotika dunia: tiga siswa Sinarmas World Academy (SWA) menyabet medali emas ganda plus penghargaan startup di World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025, berkat inovasi headset AI revolusioner untuk penderita stroke.

Tim SWA RoboKnights – Audric Tsai, Zhenxuan, dan Yik Yan – tampil unggul di kategori Future Innovators Senior. Mereka mengalahkan lebih dari 500 tim dari 91 negara, membawa pulang tiga medali emas serta Start-Up Award untuk ciptaan bernama LUMA.

Inovasi LUMA ini mengubah gelombang otak menjadi suara bagi penyandang gangguan bicara akibat stroke. Headset berbasis AI itu memanfaatkan sinyal EEG dan pola kedipan mata untuk menghasilkan kode Morse, yang kemudian diproses model bahasa AI bersama deteksi objek real-time.

Hasilnya, frasa kontekstual muncul via augmented reality sebelum diucapkan secara alami, menyesuaikan lingkungan sekitar pengguna.

Dengan biaya produksi hanya sekitar Rp10 juta, LUMA jauh lebih terjangkau ketimbang brain-computer interface komersial seharga Rp150-210 juta. Kini, tim berencana uji klinis bersama rumah sakit, memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan inovasi robotik pelajar global.

LUMA

LUMA dirancang khusus membantu korban stroke berkomunikasi efektif. Perangkat membaca pola otak via EEG, mengonversi ke kode Morse, lalu mengintegrasikan AI untuk saran kalimat pintar berdasarkan objek sekitar – semuanya ditampilkan AR sebelum disuarakan.

Prestasi ini tak hanya raih triple emas dan Start-Up Award, tapi juga buka peluang komersialisasi solusi kemanusiaan berbiaya rendah.

Profil Tim

Audric Tsai
Siswa SMA SWA ini jadi tulang punggung pengembangan LUMA, unjuk gigi di robotika dan AI untuk bantu penderita stroke berbicara kembali.

Zhenxuan
Rekan sekelasnya di tingkat menengah atas SWA, fokus desain teknis LUMA yang gabungkan EEG dengan deteksi objek real-time, dorong tim ke puncak.

Yik Yan
Pelengkap trio ini ahli ubah sinyal otak jadi suara kontekstual lewat AR, wakili talenta siswa Indonesia lawan 500+ tim internasional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (73): Meredup, Klan Melahirkan Sikap Sombong

27 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Dahnil Anzar: Dua Putra Gus Irfan Ajukan Surat Mundur dari Jabatan Staf Ahli Kemenhaj-Umrah

27 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Wiko Diaz: BPBD Pasok Air Bersih 600 Jiwa di Kebun Dalem Bareng dan Jipurafah Plandaan

26 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Bupati Warsubi Tinjau Jembatan Rp3 M Kudu-Ngusikan, Awal Desember 2026 Dioperasikan

26 Oktober 2026 - 21:14 WIB

PKK Jombang Berhasil Raih 2 Penghargaan di Ajang Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54 di Malang

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Kekeringan Meluas di Jawa Timur Berdampak Pada 35.808 Keluarga

26 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Ekonom Ingatkan Konsekuensi Hukum, Terkait Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Kebakaran di Desa Mancilan Mojoagung, Tempat Usaha Kasur Merembet ke Rumah Tetangga Kerugian Rp800 Juta

26 Oktober 2026 - 10:23 WIB

TMMD 130 Bangun Jalan di Klitih Plandaan, Lekol Dicky: Pererat Hubungan TNI dan Masyarakat

26 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di Nasional