Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Petani Jombang terancam kekeringan pupuk di 2026. Alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat hanya 58.803 ton, jauh di bawah kebutuhan riil 84.023 ton yang diajukan melalui e-RDKK. Kekurangan mencapai 25.220 ton ini memicu kekhawatiran di kalangan petani.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Eko Purwanto, mengonfirmasi data tersebut. “
Alokasi sudah kami terima dari provinsi akhir Desember 2025 dan ditetapkan melalui SK Kepala Dinas,” ujar Eko, Minggu, 4 Januari 2026.
Berikut rincian alokasi pupuk bersubsidi Jombang 2026:
| Jenis Pupuk | Alokasi (ton) |
|---|---|
| Urea | 26.539 |
| NPK | 25.326 |
| NPK Formula Khusus | 7 |
| Pupuk Organik | 6.410 |
| ZA | 521 |
| Total | 58.803 |
Bandingkan usulan petani via e-RDKK Oktober 2025:
| Jenis Pupuk | Usulan (ton) |
|---|---|
| Urea | 28.825 |
| NPK | 36.000 |
| NPK Formula Khusus | 11 |
| Pupuk Organik | 18.667 |
| ZA | 520 |
| Total | 84.023 |
“Perbedaan terbesar di NPK dan pupuk organik. Secara keseluruhan, selisihnya 25.220 ton,” tegas Eko.
Tak hanya kurang dari usulan, alokasi ini juga turun dibanding 2025 yang mencapai 64.034 ton—penurunan 5.231 ton. “Pupuk organik anjlok 14 ribu ton, tapi urea dan NPK justru naik,” tambahnya.
Meski begitu, Disperta Jombang yakin penyaluran lancar mulai 1 Januari 2026. “Regulasi sudah siap. Kami harap distributor cepat menyesuaikan agar petani tak kesulitan,” kata Eko.
Ia menambahkan, kebutuhan musim tanam pertama dan kedua terlayani. Jika kurang, Pemkab siap usul tambahan. “Tahun lalu, usulan kami selalu dipenuhi pusat,” tuturnya
Disperta merencanakan pengusulan tambahan kuota ke pemerintah pusat melalui redistribusi dari daerah lain yang serapannya rendah. Berdasarkan pengalaman 2025, usulan ini selalu dipenuhi, termasuk tambahan NPK hingga 1.000 ton.
Penyaluran dimulai sejak 1 Januari 2026 dengan prinsip 6T (tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu). Prioritas musim tanam pertama dan kedua terjamin, didukung koordinasi ketat dengan distributor PT Pupuk Indonesia.
Sarankan penggunaan pupuk organik sebagai pengganti efisien untuk jenis yang kurang. Lakukan relokasi distribusi internal ke kecamatan kekurangan agar alokasi merata.
**











