Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Akun Instagram @realmrbert viral lagi pada Sabtu, 3 Januari 2026, setelah mengunggah KTP Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta data pribadi seperti KTP, KK dan BPJS, yang diklaim bisa diakses publik di internet.
Reel tersebut mempertanyakan kesadaran Gibran terhadap kebocoran data ini, serupa dengan konten TikTok akun yang sama yang menyoroti dampaknya bagi masyarakat.
Influencer dunia maya ini mengimbau pemerintah, termasuk Wakil Presiden, untuk segera amankan data pribadi rakyat Indonesia, mengingat negeri ini kerap jadi target pembobolan data digital.
Secara terbuka @realmrbert mengimbau agar Wapres Gibran melakukan tindakan pengamanan data pribadi tersebut, tetapi lebih dari itu ia minta agar nergara berbaut sesuatu untuk menyelamatkan data pribadi bangsa Indonesia.
Disebutkan jika hal itu tidak dilakukan, maka serangan-serangan pribadi akan masuk ke seluruh warga Indonesia, dan kelak bangsa ini bakal menjadi korban kejahatan di dunia maya.
Klaim ini sejalan dengan isu bocornya data Gibran yang pernah viral pada September 2024 di forum hacker seperti Breach Forum dan Kaskus, meski @realmrbert bukan pelaku saat itu.
Indonesia memang rawan kasus serupa, seperti kebocoran data BPJS massal 2021 yang meliputi NIK, KTP, dan info pribadi jutaan warga—masalah yang Gibran sendiri akui saat debat Pilpres.
Tidak Ada Verifikasi Resmi
Belum ada konfirmasi atau bantahan langsung dari Kementerian Kominfo, BSSN, atau pihak Gibran terkait unggahan terbaru ini per Januari 2026. Pencarian tidak menemukan bukti otentik dari sumber kredibel, menjadikan klaim ini tetap spekulatif dan viral di medsos tanpa dukungan resmi.
Sebelumnya, @realmrbert mengunggah klaim bocornya data pribadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Desember 2025, termasuk NIK, tanggal lahir, email, dan data keluarga. Video itu kemudian dihapus dari Instagramnya.
Purbaya membantah santai saat dikonfirmasi di Gedung Kemenkeu pada 23 Desember 2025, menyebut semua data yang disebar “salah semua” dan bukan miliknya atau keluarganya. Cek fakta menyimpulkan klaim itu tidak benar karena data tak valid.
Status Klaim @realmrbert
Akun ini konsisten angkat isu kebocoran data pejabat tinggi untuk dorong kesadaran keamanan digital, tapi belum pernah terbukti resmi sebarkan hoaks oleh Kominfo, Mafindo, atau otoritas terkait.
Klaim Gibran mengikuti pola: viral cepat, sering dihapus setelah ramai, tanpa verifikasi resmi atau tindak lanjut hukum. Ini lebih mirip kampanye provokatif daripada hoaks terkonfirmasi, meski tetap jadi bagian diskursus sensitif soal perlindungan data pribadi nasional.**











