Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
TEHRAN, SWARAJOMBANG.COM– Iran semakin gencar memanfaatkan mata uang kripto dalam ekspor persenjataan strategis. Melalui Pusat Ekspor Kementerian Pertahanan (Mindex), Teheran menawarkan pembayaran kontrak senjata dengan aset digital, barter, atau mata uang lokal sebagai cara menembus sanksi Barat.
Sepanjang setahun terakhir, kebijakan ini mencakup penjualan rudal balistik, drone bersenjata, kapal perang, hingga sistem pertahanan udara.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Iran siap menggunakan kripto dalam transaksi militer sensitif.
Mindex mengklaim memiliki puluhan pembeli luar negeri dan memasarkan berbagai sistem, termasuk drone seri Shahed yang kerap dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Barat dan PBB menuding sebagian senjata Iran digunakan kelompok militan pro-Iran di kawasan tersebut.
Meski menyadari risiko sanksi internasional, Mindex menegaskan pengiriman senjata tetap berjalan berkat pengalaman Iran menghindari pembatasan finansial.
Pembayaran bisa diatur di negara tujuan, sementara inspeksi langsung di Iran dimungkinkan dengan persetujuan keamanan.
Penggunaan kripto ini sejalan dengan pola negara-negara yang berada di bawah sanksi berat AS dan Eropa. Washington sebelumnya menindak jaringan keuangan Rusia dan Iran yang memakai aset digital untuk menghindari sistem perbankan global.
Tekanan terhadap Iran pun meningkat seiring mandeknya perundingan nuklir dan upaya Barat mengembalikan sanksi internasional.
Negara-negara yang menerima atau melegalkan kripto:
Resmi sebagai alat pembayaran
– El Salvador – Bitcoin legal tender
– Republik Afrika Tengah – Bitcoin (implementasi terbatas)
Legal & digunakan luas (pembayaran/investasi)
– Jepang
– Swiss
– Singapura
– Uni Emirat Arab (Dubai, Abu Dhabi)
– Amerika Serikat
– Kanada
– Jerman
– Australia
– Inggris
– Korea Selatan
Digunakan untuk transaksi lintas negara / alternatif sanksi
– Iran
– Rusia
– Venezuela.****











