Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M

badge-check


					Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M. Dok. Diskominfo Perbesar

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M. Dok. Diskominfo

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Gus Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, menyalurkan bantuan langsung tunai sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) 2025, dengan nilai total Rp.47.000.243.700.

BLTS Kesra tersebut diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial RI (Kemensos).

Tujuannya adalah untuk mengurangi laju inflasi serta untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat dengan ekonomi rendah.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Gus Bupati pada prosesi penyaluran BLTS Kesra di Kecamatan Trawas, Jumat (28/11/2025) pagi.

“Ini adalah BLT sementara dari pemerintah pusat, tujuannya untuk menjaga daya beli masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ucap Gus Bupati pada prosesi penyaluran bantuan itu di Pendopo Kantor Kecamatan Trawas.

“Ini 900 ribu rupiah yang panjenengan dapatkan adalah untuk membeli kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan lain sebagainya, semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga panjenengan semua, semoga manfaat dan barokah,” ucapnya.

BLTS Kesra sendiri memang disalurkan dengan nominal 900 ribu rupiah per-penerimanya.

Nominal tersebut adalah jumlah akumulatif dari jatah bantuan tunai selama tiga bulan, yaitu bulan Oktober, November, dan Desember 2025, dengan nominal per bulannya sebesar 300 ribu per-penerima.

“(BLTS Kesra) diberikan selama tiga bulan, Oktober, November, dan Desember 2025, tiap bulannya besaran nominal yang diterima adalah 300.000, jadi yang hadir di sini akan menerima 900.000 tanpa sedikitpun potongan,” jelas Tri Raharjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto.

Ia menjelaskan penyaluran BLTS Kesra dilakukan dengan dua cara, tunai dan non tunai. Untuk penyaluran tunai dilakukan dengan cara transfer ke rekening Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sedangkan untuk penyaluran tunai dilaksanakan langsung dengan menggandeng Pt. Pos Indonesia.

Pemisahan penyaluran bantuan tersebut, menurut laporan Tri Raharjo adalah karena adanya perbedaan status dari para penerima.

Penerima yang bantuannya disalurkan via Himbara adalah mereka yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan pernah mendapat bansos PKH atau program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebelumnya.

Sedangkan untuk para penerima yang dana bantuannya melalui Pt. Pos Indonesia, adalah para penerima yang belum terdaftar dan belum pernah menerima bantuan PKH (program keluarga harapan) dan BPNT sama sekali.**

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Baru Saja Masuk Penjara 2,5 Tahun, Kini Hellyana Wagub Babel Jadi Tersangka Kasus Pidana Ijazah Palsu

29 September 2026 - 17:03 WIB

Sumobito Dua Kali Kebakaran Lahan dalam Seminggu, Wiku Birawa: Kebakaran Lahan 157 Kali Luas 148 Ha

29 September 2026 - 15:03 WIB

Bukan Hanya MBG Saja, Ternyata Ada 172 Dokter PPDS di RSUD Dr Soetomo Alami Keracunan Massal

29 September 2026 - 13:57 WIB

Dedi Mulyadi Minta Polisi Tangani secara Hukum Oknum Guru SMPN di Subang Rekam Rok Siswi

29 September 2026 - 13:16 WIB

Hartono Vs Purwanto di RALB Koperasi Sejahtera Jombang: Anggota Tolak Laporan Pertanggungjawaban Ketua

29 September 2026 - 12:21 WIB

Polisi Selidiki Temuan Jasad Pria dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Malang

29 September 2026 - 10:58 WIB

Ketua IDAI Dr. Piprim: PM2.5 Efek Kebakaran Hutan, Ancam Darurat Kesehatan bagi Anak Anak!

28 September 2026 - 20:04 WIB

Ombudsman Sidak: Ada 18 Napi Kelas Kakap Diduga Jadi ‘ATM’ Pejabat di LP Cibinong

28 September 2026 - 19:33 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:54 WIB

Anarkis
Trending di Nasional