Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
KULONPROGO, SWARAJONBANG.COM– Saat meresmikan jembatan Kabanara di Kulonprogo, DIY, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan imbauan simpati kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia agar tidak lagi mengerahkan anak-anak sekolah untuk turut serta menyambutnya saat kunjungan kerja.
Dalam pidato, Rabu 19 November 2025, Presiden merasa tersentuh oleh semangat antusias para pelajar yang berdiri di sepanjang jalan menyambut kedatangannya, namun ia juga mengungkapkan keprihatinan karena para siswa harus menunggu lama di bawah terik matahari yang dapat mengganggu waktu belajar mereka.
Untuk itu, Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, untuk mengeluarkan surat edaran kepada semua bupati dan wali kota agar para siswa tetap berada di sekolah mereka dan tidak dikerahkan ke pinggir jalan sebagai bentuk penyambutan.
Apabila Presiden ingin bertemu para pelajar, ia menyatakan lebih memilih langsung masuk ke ruang kelas sehingga siswa tidak harus menunggu lama di luar serta menyarankan agar para siswa dapat melihatnya melalui televisi.
Prabowo sangat memperhatikan kondisi kesehatan dan waktu belajar siswa yang bisa terganggu akibat harus menunggu lama di terik matahari selama acara penyambutan.
Rp 863 Miliar
Biaya pembangunan Jembatan Kabanaran di Kulonprogo yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar Rp 863,72 miliar. Proyek ini dilakukan selama 579 hari, dari November 2023 hingga Juni 2025.
Jembatan sepanjang 675 meter melintasi Sungai Progo dengan lebar 24 meter dan total penanganan sepanjang 2.300 meter.
Infrastruktur ini diharapkan mempermudah akses masyarakat, mempercepat aktivitas ekonomi, serta mendukung sektor pertanian, logistik, dan pariwisata di wilayah selatan DIY.
Jembatan Kabanaran sebelumnya bernama Jembatan Pandansimo dan memiliki banyak keunggulan berikut:
-
Memperkuat konektivitas antara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, menjadi segmen penutup penting Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jawa.
-
Memangkas waktu tempuh dari 30-45 menit menjadi hanya 15-20 menit, mempercepat mobilitas warga dan distribusi barang.
-
Mengurangi biaya operasi kendaraan hingga 13,11% atau sekitar Rp 1,4 triliun per tahun.
-
Mendukung pemerataan pembangunan wilayah utara dan selatan DIY, membuka akses pertanian seluas 2.164 hektar di Kecamatan Galur serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perikanan.
-
Meningkatkan potensi ekonomi regional, terutama bagi UMKM dan sektor pariwisata di kawasan pesisir selatan, termasuk akses ke destinasi wisata populer Parangtritis.
Jembatan ini memiliki desain megah dan estetis, menjadi ikon baru di kawasan selatan DIY dan mendukung pengembangan multi-sektor mulai dari pertanian hingga pariwisata.











