Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
SIDOARJO, SWARAJOMBANG– Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinannya atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Ia mendukung langkah cepat Polda Jawa Timur dalam mengusut tuntas insiden yang menelan banyak korban jiwa tersebut.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kelayakan bangunan, terutama di lingkungan pendidikan.
“Kami mendukung langkah cepat Polda Jawa Timur yang telah turun tangan untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny ini,” ujar Sari dalam keterangan pers, Rabu (7/10).
Ia menegaskan, proses hukum harus dijalankan dengan transparansi dan profesionalisme agar keadilan bagi para korban dapat ditegakkan.
Alasan Alat Berat Tidak Dipakai dalam Evakuasi Ponpes Al Khoziny yang Ambruk
Sari juga menyoroti pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap apakah terdapat kelalaian konstruksi atau pelanggaran prosedur dalam pembangunan.
“Penyelidikan harus menyentuh semua aspek agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pondok pesantren merupakan tempat pembinaan generasi muda yang harus dijamin keamanannya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, penyelidikan akan dilakukan setelah proses evakuasi dan pembersihan material selesai.
“Proses penegakan hukum tentu akan kami lakukan setelah pembongkaran material benar-benar selesai dan lokasi bersih,” ujarnya.
Polda juga memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, termasuk potongan tubuh (body part), telah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara.
Basarnas sebelumnya mengumumkan berakhirnya operasi pencarian korban. Total 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 orang meninggal dunia, termasuk delapan potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.***











