Menu

Mode Gelap

Headline

SMPN 5 Rembang Tolak Ratusan Porsi MBG, di Indonesia Dapur Bersertifikat Higienis Resmi Hanya 34

badge-check

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

REMBANG, SWARAJOMBANG– SMP Negeri 5 Rembang terpaksa mengembalikan 736 porsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG), Rabu (1/10/2025) pagi. Alasannya, nasi yang diterima bertekstur lengket dan berair.

Anggota Satgas MBG Kabupaten Rembang, dr. Maria Rehulina menegaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, nasi tersebut memang belum basi, tetapi kualitasnya berisiko. “Setelah dicek nasi belum basi, tapi teksturnya berair, bisa dibilang beresiko. Pasalnya makanan ini akan dimakan pukul 11.30 WIB,” ujarnya.

Wakil Kepala SMPN 5 Rembang, Indri Lestari, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, guru yang mencoba makanan menemukan rasa nasi sudah tidak enak. “Setelah dicek dan dicicipi guru, tekstur nasi berair dan lengket. Termasuk, dari segi rasa ada yang sudah tidak enak,” katanya.

Netizen Sorot Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Lantai 2, 3 dan 4 Melet

Pemerintah pusat maupun daerah menegaskan, pengawasan terhadap MBG akan terus dilakukan. Program ini dinilai penting untuk memastikan kecukupan gizi bagi anak-anak sekolah, meski di lapangan masih ditemui berbagai kendala yang harus diperbaiki.

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Ia mendesak agar implementasi MBG segera dievaluasi secara menyeluruh, bukan hanya terkait anggaran, tetapi juga kualitas dan standar penyedia pangan.

Alasan Alat Berat Tidak Dipakai dalam Evakuasi Ponpes Al Khoziny yang Ambruk

“Kalau memang harus dievaluasi secara menyeluruh, silakan evaluasi, tidak hanya anggaran, tapi misalnya juga pada ekspert yang menangani soal bisnis,” ujar Said dalam pernyataannya yang diunggah akun Instagram MoncongPublik, Rabu (1/10/2025).

Ia menyinggung jumlah SPPG yang memiliki lisensi higienis dan sanitasi masih sangat rendah. Dari 5.823 penyedia, hanya 34 yang tercatat memiliki sertifikasi resmi.

“Dari 5.823 itu ternyata yang punya lisensi sertifikat higienis dan sanitasi kan tidak lebih hanya 34 SPPG, istilahnya dapur MBG lah ya, hanya 34 dapur” ungkapnya.

Said juga menyoroti skema penyediaan makanan. Menurutnya, pembagian porsi ke SPPG sebanyak 3000 porsi terlalu besar,.

Gak ini menyebabkan proses pembuatan dan distribusi menjadi tidak efisien. Ia menilai lebih baik jika satu SPPG cukup untuk melayani seribu anak agar rantai pasokan lebih terkendali.

Kasus di Rembang ini menjadi alarm bagi pelaksana program MBG, bahwa perbaikan sistem distribusi dan pengawasan mutu makanan harus segera dilakukan agar tujuan awal meningkatkan gizi siswa benar-benar tercapai.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tinjau KDMP Nglawak: Jual LPG Rp16.000, Migor Rp15.700/ L, Beras SPHP Rp10.000/ Kg

17 Mei 2026 - 15:43 WIB

Presiden Praboso langsung meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026. Disitubharga LPG cuma Rp.16.000, migor Rp15.700/ l. Foto: ist

Pinter Ngaji Layanan NIB Gratis di Jombang, Mei: Pegang Izin untuk Kembangkan Usaha

17 Mei 2026 - 15:06 WIB

Presiden Cabut Sejumlah Kewenangan Polri Dialihkan ke TNI, Andrianus Meliala: Kembali ke Dwi Fungsi ABRI

16 Mei 2026 - 21:54 WIB

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Trending di Headline