Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
SURBAYA, SWARAJOMBANG.COM– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin pada 30 Agustus 2025. Kedua pejabat tersebut bersama-sama menemui massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya malam itu dan berkomunikasi langsung dengan para pendemo.
Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya juga mengajak perwakilan massa menuju Polrestabes Surabaya untuk menjemput para pendemo yang masih ditahan, sekaligus memastikan proses pembebasan berjalan lancar.
Pertemuan dan koordinasi ini berhasil meredakan suasana, meskipun kemudian terjadi kericuhan dengan pembakaran di beberapa lokasi sekitar Grahadi.
Gubernur Khofifah memberikan janji konkret terkait pembebasan 41 pendemo yang ditahan. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur dan aparat kepolisian terkait agar para pendemo segera dibebaskan.
Dua dari 41 pendemo tersebut sudah dibebaskan pada siang hari tanggal 30 Agustus 2025. Selain itu, Khofifah akan mendampingi Pangdam V/Brawijaya untuk memastikan proses pembebasan pendemo lainnya berjalan hingga selesai. Ia juga mengimbau agar aksi tetap damai dan tidak berlangsung anarkis selama proses tersebut.
Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, Gubernur Khofifah mendatangi massa aksi yang memadati depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Namun, meski sudah diupayakan dialog, aksi demonstrasi terus berlanjut hingga terjadi pembakaran Gedung Grahadi pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa dirinya telah menghubungi Kapolda Jawa Timur untuk membebaskan 41 pendemo yang ditangkap, dengan dua orang sudah dibebaskan sejak siang hari itu. Ia juga meminta massa aksi agar tidak anarkis dan tidak terprovokasi, serta berharap agar demonstrasi berjalan secara damai.
Selain itu, Khofifah berjanji akan mendampingi Pangdam V/Brawijaya untuk memantau langsung proses pembebasan para pendemo yang masih diamankan di Polrestabes Surabaya hingga seluruhnya selesai. Ia juga menunjukkan kepedulian dengan memantau kondisi sejumlah orang yang sempat dirawat di rumah sakit akibat insiden tersebut.
Meski begitu, setelah pertemuan, sempat terjadi kericuhan dengan pembakaran di beberapa titik di sekitar Gedung Grahadi.**











