Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Pala Biji Hitam nan Menawan, Enak untuk Bumbu Masak Berkhasiat Cegah Alzheimer

badge-check


					Biji pala kering berwana coklat tua kehitam-hitaman, bandingkan dengan biji pala dengan buah pala disampingya. Pala meru[pakan komoditi sejak zaman dulu kala. Oleh nenek moyang kita dijadikan ramuan obat herbal dan bumbu masak. Foto: isroi.com Perbesar

Biji pala kering berwana coklat tua kehitam-hitaman, bandingkan dengan biji pala dengan buah pala disampingya. Pala meru[pakan komoditi sejak zaman dulu kala. Oleh nenek moyang kita dijadikan ramuan obat herbal dan bumbu masak. Foto: isroi.com

Penulis: Mulawarman   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PAPUA- Sejak zaman dulu Eropa dan negara-negara maju di dunia selalu melirik Indonesia. Karena kita memliki kekayaan tanam alam yang luar biasa, salah satunya biji pala. Biji yang mempunayi efek kesehatan bagi tubuh manusia.

Istilah Latin biji pala adalah Myristica fragrans Hout, merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Dalam bahasa lokal di Maluku Utara, pala disebut sebagai “gasora”, tetapi sekarang pala sangat banyak didapati di Fafak, dan sekitarnya.

Selain itu, biji pala mengandung senyawa bioaktif seperti minyak atsiri, flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang, dan antifungi.

Kandungan ini membuat biji pala tidak hanya berfungsi sebagai bumbu masakan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengurangi peradangan, meningkatkan sistem imun, dan efek neuroprotektif termasuk untuk mencegah Alzheimer (pikun).

Pala juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan seperti mual, muntah, demam, bau mulut, dan merangsang nafsu makan.

Namun, konsumsi pala dalam dosis besar dapat menimbulkan efek samping serius, sehingga penggunaannya harus dalam batas aman.

Di bawah ini segudang manfaat biji pala bagi kesehatan tubuh manusia:

* Manfaat biji pala, menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan sifat antibakteri yang melawan bakteri penyebab gangguan mulut seperti gigi berlubang dan radang gusi.

* Meningkatkan kualitas tidur karena kandungan senyawa seperti myristicin dan eugenol yang menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan.

* Meningkatkan kesehatan pencernaan dengan meredakan gangguan seperti kembung, mual, sembelit, dan diare melalui stimulasi enzim pencernaan dan kandungan serat tinggi.

* Menjaga kesehatan jantung dengan kalium dan antioksidan yang membantu mengatur tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

* Mencegah infeksi bakteri karena sifat antibakteri pala yang efektif melawan bakteri seperti Streptococcus mutans dan E.coli.

* Mengurangi peradangan dan nyeri berkat senyawa anti-inflamasi yang membantu meredakan nyeri otot, sendi, dan sakit kepala.

* Mengontrol kadar gula darah, bermanfaat bagi penderita diabetes dengan membantu menjaga kestabilan gula darah.

* Meningkatkan kesehatan otak dengan efek neuroprotektif yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko Alzheimer serta demensia.

* Detoksifikasi tubuh melalui efek diuretik ringan yang membantu mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.

* Meningkatkan suasana hati dengan potensi efek antidepresan yang membantu mengurangi stres dan kecemasan.

* Menurunkan kolesterol dan menjaga keseimbangan lipid darah sehingga mendukung kesehatan kardiovaskular.

Kandungan biji pala dalam 100 gram biji pala kering meliputi:

* Kalori: 518 kalori

* Karbohidrat: 40 gram

* Lemak: 36 gram

* Protein: 8 gram

* Serat: 4 gram

* Fosfor: 240 mg

* Kalsium: 120 mg

* Kalium: 79 mg

* Besi: 5 mg

* Natrium: 2 mg.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aquarium Underwater Rp120 M, akan Dibangun Jatim Park Group-Investor Malaysia

24 September 2026 - 20:18 WIB

PHPS: Telur Ayam Ras Rp30.100, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Per Kilogran

24 September 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Siapkan Rp3,8 T, untuk Warga Usia 17 Tahun Berupa Rekening Rp50 Ribu

23 September 2026 - 20:11 WIB

Pasokan Gas Terbatas PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim

22 September 2026 - 20:40 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Pajak Market Place Mulai 1 November 2026

17 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Ekonomi