Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

16 Kali Gempa Susulan, Sebanyak 15 Rumah dan Gedung Rusak di Pacitan Jawa Timur

badge-check


					Gempa cukup keras 65.4 magnetudo, terjadi sekitar 59 km tenggara Pacitan, menyebabkan sedikitnya 15 rumah warga rusak, madrasah. Jumat dinihari, 6 Februari 2026. Foro; swarajombang.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

Gempa cukup keras 65.4 magnetudo, terjadi sekitar 59 km tenggara Pacitan, menyebabkan sedikitnya 15 rumah warga rusak, madrasah. Jumat dinihari, 6 Februari 2026. Foro; swarajombang.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Bambang Tjuk Winarno |  Editor: Priyo Suwarno

PACITAN, SWARAJOMBANG.COM- Gempa berkekuatan mangentudo 6.4  di Pacitan  Jawa Timur, Jumat 01.06 WIB dinihari, 6 Februari 2026,  menimbulkan  gempa susulan sebanyak 16 kali, efeknya terasa sampai di wilayah sebagaian Jogja,  Jateng dan Jatim.

Update laporan BPBD Pacitan mencatat 15 bangunan rusak, termasuk rumah warga dan sekolah seperti SMPN 4 Sembowo di Kecamatan Sudimoro.​

Kerusakan teras rumah Sumarno di Kelurahan Ploso ambruk, tapi keluarga sempat evakuasi.​ Atap dapur Juminto di Ploso juga roboh.

Getaran gempa ini terasa keras di Bantul, Yogyakarta. Tercatat ada 13 titik kerusakan (8 rumah, 2 tempat ibadah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintah, 1 fasilitas kesehatan) dengan 15 korban luka ringan hingga patah tulang.​

Di wilayah Jawa Timur, kerugian  materi di wilayah terdampak seperti Blitar dan Pacitan ditaksir hingga Rp 70 juta, tapi tidak ada korban jiwa.

Meski tidak mengarah munculnya bencana geologi, tsunami, namun sedikitnya terkoreksi terdapat 5 rumah warga dan sebuah gedung madrasah mengalami kerusakan.

Kerusakan bangunan terdampak gempa tersebar di sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan, Kecamatan Pacitan, Pringkuku dan Arjosari. Sedangkan kerusakan menjangkau beberapa sisi bangunan rumah dan sekolahan, meliputi atap, plafon, dinding, teras dan bagian lainnya.

Para korban yang umumnya tengah beristirahat saat bencana tiba dan mengakibatkan tempat tinggalnya berantakan masing-masing:

  • Agus, warga Lingkungan Gantung, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, Marno, warga Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Juminto, warga Lingkungan Temon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan.
  • Lilik, warga Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, Suwito, warga Desa Taman Asri, Kecamatan Pringkuku
  • Sebuah gedung Madrasah Ibtidaiyah yang berada di Desa Weru, Kecamatan Arjosari. Kondisi bangunan terdampak pada umumnya memiliki tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Meski tempat tinggalnya mengalami kerusakan, menurut salah seorang relawan setempat, Didin, para penghuni tidak diungsikan petugas atau berinisiatif mengungsi.

“Sejauh ini tidak ada korban yang diungsikan atau mengungsi sendiri, Mas,” kata Didin kepada koresponden, Jumat (06/02/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, S.STP., MM., menyebutkan bencana alam gempa bumi merupakan peristiwa alam yang hingga kini sulit diprediksi.

Guncangan gempa Pacitan saat ini, menurutnya, sangat terasa karena berada di dasar laut yang dangkal.

Dia merinci, pergerakan atau pergeseran lempengan bumi berada di laut dengan jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan.

Sedangkan titik episentrumnya berada pada kedalaman 58 kilometer. Meski begitu, jelasnya, gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Gempa bumi ini berada pada jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan. Dengan kedalam 58 kilometer. Gempa itu sangat dangkal makanya guncangannya sangat bisa dirasakan. Dimungkinkan adanya gempa susulan sebanyak enam belas kali. Meski begitu peristiwa ini tidak menimbulkan tsunami,” terang Erwin Andriatmoko dalam video siaran pers.

Karena gempa merupakan bencana yang sulit diprediksi sebelumnya, pinta Erwin, para korban terdampak diminta segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal itu, sambungnya, guna mempercepat dan memperlancar penanganan para korban yang dilakukan para petugas.

Dia menghimbau, agar untuk sementara waktu masyarakat luas menjauh dan tidak melakukan aktivitas di pinggir pantai di seluruh area Pacitan.

Seluruh masyarakat, menurutnya, akan lebih baik meningkatkan kewaspadaan pribadi, keluarga dan warga sekitarnya guna meminimalisir kerugian.

Sementara, terkait itu, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengaku sewaktu-waktu siap bergerak ke lokasi untuk melakukan pertolongan dan penyelamatan manakala diperlukan.

“Karena tidak ada korban jiwa, untuk sementara kami standby di pos, Mas. Tapi sewaktu-waktu kami siap bergerak kesana manakala diperlukan. Sementara penanganan dihandle BPBD setempat,” ujarnya.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapolres Jombang Buka Kejurprov Bola Voli U-19 Antar Klub se-Jawa Timur

23 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Mengikis Pengangguran, Kadisnaker Isawan: Serap 6.718 Naker 2026 Lewat Talenta dan Jemput Kerja

23 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Kebakaran Hebat Timpa Pengolahan dan Gudang Ban Bekas di Trowulan, Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan

23 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Aksi Unjuk Rasa Turunkan Menteri Kehutanan, Doni Angun Tanda Tangani Surat Aspirasi Mahasiswa

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Tebu Bukan Hanya untuk Gula, Bisa Jadi Minuman dan Alat Makan

22 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa Desak Presiden Prabowo Hentikan Karhutla

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Peringati Hari Jadi ke 116, Bupati Warsubi Ziarah di Makam Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang Melalui Komsos Membangun Desa Klitih Plandaan

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pasar Cukir Jombang Terbakar, Sebanyak 54 Kios Pakaian Ludes

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Trending di Nasional