Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang. Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri Forum 8 Gubernur dan Bupati/Wali Kota yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa, 26 Agustus 2025.
Eliminasi TBC merupakan upaya pengurangan kasus secara berkelanjutan hingga menekan angka penyakit ini serendah mungkin agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Di Indonesia, target eliminasi TBC ditetapkan pada 2030 dengan sasaran menurunkan angka kejadian menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 per 100.000 penduduk.
Menurut Bupati Warsubi, Kabupaten Jombang telah memiliki fondasi kuat melalui Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang berjalan efektif.
Forum yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini bertujuan mendorong pemerintah daerah mengaktifkan TP2TB secara serius sebagai upaya konkret mengatasi TBC.
“Dengan dukungan lintas sektor, Jombang siap melaksanakan upaya eliminasi TBC,” tegas Warsubi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten terus memperkuat layanan kesehatan primer, memperluas deteksi dini hingga ke tingkat desa, dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan tuntas.
Bupati juga mengajak kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat luas agar edukasi terkait pencegahan dan pengobatan TBC berjalan efektif.
“Keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi warga, keluarga, dan lingkungan. Bersama kita wujudkan Jombang sehat dan bebas TBC,” ujarnya.
Sebagai upaya strategis, Pemkab Jombang telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria.
Selain itu, mereka menggunakan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) untuk memantau kepatuhan pasien serta menggalakkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Data terbaru Dinas Kesehatan Jombang mencatat hingga pertengahan Agustus 2025 terdapat 1.474 kasus baru TBC dari sekitar 11.300 warga yang diperiksa. Pada 2023, tercatat 2.238 penderita TBC, termasuk anak-anak, dan sepanjang 2025 ada 206 pasien yang menjalani rawat inap.
Forum ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Kepala Staf Kepresidenan, serta perwakilan delapan provinsi.
Kehadiran Bupati Warsubi menegaskan komitmen Jombang sebagai daerah terdepan dalam mencapai target eliminasi TBC nasional melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat. **











