Menu

Mode Gelap

Nasional

El Nino Bisa Sebabkan Harga Komoditas Berisiko Naik

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Ancaman El Nino mulai menguji ketahanan pangan nasional. Kekeringan yang meluas di sejumlah daerah tidak hanya mengganggu ketersediaan air bersih, tetapi juga mulai menekan produksi pertanian dan meningkatkan risiko kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (29/7), tercatat 61 kejadian kekeringan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan Jawa Tengah mencatat 20 kejadian kekeringan dan Jawa Barat sebanyak 14 kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, salah satu kejadian terbaru terjadi di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kekeringan tersebut berdampak pada 175 kepala keluarga atau sekitar 520 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan bantuan air bersih.

“BPBD setempat telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Abdul kemarin.

Dampak musim kemarau panjang juga mulai dirasakan sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat sekitar 35.000 hektare lahan sawah di sejumlah daerah mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas tanaman pangan, terutama komoditas yang membutuhkan pasokan air cukup besar.

Selain tanaman padi, sektor hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih mulai menghadapi tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, dampak El Nino mulai terlihat pada sejumlah komoditas hortikultura. Gangguan produksi akibat kekeringan berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

“Potensi lonjakan harga masih bisa terjadi,” kata Reynaldi.

Menurut dia, apabila pemerintah tidak segera melakukan langkah antisipasi, tekanan terhadap produksi pangan dapat semakin besar dan berdampak pada stabilitas harga bahan pangan masyarakat.

Meski demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi pasokan pangan nasional masih dalam kondisi aman.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut, berdasarkan proyeksi neraca pangan, ketersediaan sejumlah komoditas pangan hingga akhir tahun masih mencukupi.

Pemerintah kini perlu memperkuat mitigasi dampak El Nino, terutama melalui pengelolaan sumber air, percepatan bantuan bagi daerah terdampak, serta menjaga kelancaran distribusi pangan agar tekanan harga dapat dikendalikan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Abu Vulkanik Negatif, 8 Bandara Kembali Dibuka

8 September 2026 - 18:29 WIB

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Trending di Nasional