Menu

Mode Gelap

Nasional

Tim KAIST Korsel Temukan Cara Mengubah Sel Kanker Kembali Jadi Sel Normal

badge-check


					Tim ahli dari KAIST Kore Selatan telah berhasil temukan sakelar genetika, dari sel kanker dipulihkan jadi sel normal sesuai fungsi semula. Foto: ist Perbesar

Tim ahli dari KAIST Kore Selatan telah berhasil temukan sakelar genetika, dari sel kanker dipulihkan jadi sel normal sesuai fungsi semula. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

 JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Kini sebuah terobosan luar biasa datang dari tim peneliti Universitas Teknologi Lanjutan Korea (KAIST) Korea Selatan yang mengubah sepenuhnya cara pebgonatan kanker.  Bukan lagi dibunuh, melainkan sel kanker dipulihkan kembali menjadi sel sehat dan berfungsi wajar.

Selama berpuluh-puluh tahun, pengobatan kanker senantiasa berpusat pada satu tujuan utama: memusnahkan sel yang tumbuh tak terkendali itu, baik melalui pembedahan, kemoterapi, maupun penyinaran.

Penelitian yang dipimpin oleh tim Profesor Park Ji-hyun ini telah dipublikasikan secara resmi di jurnal ilmiah terakreditasi Nature Cell Biology.

Inti penemuannya adalah berhasil memetakan “sakelar genetik” yang berfungsi mengubah sifat sel sehat menjadi ganas.

Setelah lokasi sakelar itu ditemukan, tim kemudian merancang cara untuk membalikkan posisinya kembali, sehingga sel kanker usus besar yang menjadi objek penelitian perlahan-lahan kembali berperilaku seperti sel yang seharusnya.

Metode ini kemudian diberi nama Terapi Pemulihan atau Reversion Therapy.

Berbeda dengan kemoterapi yang seringkali turut merusak sel sehat di sekitarnya dan menimbulkan efek samping berat, terapi ini bekerja dengan cara memperbaiki kesalahan pengaturan dalam sel itu sendiri.

“Kita tidak lagi memandang sel kanker sebagai musuh yang harus dimusnahkan sepenuhnya, melainkan sebagai sel yang mengalami gangguan pengaturan dan perlu dikembalikan pada jalur yang benar,” jelas tim peneliti dalam laporannya.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah proses pemulihan dilakukan, sifat pertumbuhan yang liar dan kemampuan menyerang jaringan sekitar pada sel tersebut perlahan menghilang.

Sel kembali menjalankan tugasnya sesuai fungsi asalnya. Hal ini membuka harapan besar agar kelak pengobatan kanker jauh lebih nyaman bagi pasien, minim efek samping, dan kemungkinan keberhasilannya jauh lebih tinggi.

Perlu dipahami, tahap ini baru saja selesai dilakukan secara mendalam di laboratorium dan pengujian hewan.

Sebelum dapat digunakan secara luas bagi masyarakat umum, masih harus ditempuh serangkaian uji klinis pada manusia bertahap untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya terhadap berbagai jenis kanker yang beragam sifatnya.

Diperkirakan masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi sebelum metode ini tersedia di rumah sakit.

Meskipun demikian, penemuan ini dianggap sebagai tonggak sejarah baru dalam pertempuran melawan penyakit yang selama ini menakutkan dunia.

Bukti nyata bahwa jalan penyelesaian tidak melulu soal menghancurkan, melainkan juga memahami, memperbaiki, dan mengembalikan pada kodratnya yang baik.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Akses Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Segera Dibuka

18 September 2026 - 20:45 WIB

28 Kepsek SDN di Banyuasin Terkena OTT Polisi Palembang, Sita Rp30,99 Juta.

18 September 2026 - 18:29 WIB

Telantarkan 200 Jamaah Umrah, Kemenhaj Bekukan Izin PT Annisa Ahmada Jombang

18 September 2026 - 06:54 WIB

Tutup dan digembok, kantor PT Annisa Ahmada, pasca Kemenhaj membekukan izin operasional, Kamis 17 September 2026. Foto: instagram@jombanginformasi

Palang Pintu Terbuka di Jember, KA Ijen Ekspres Hantam Fortuner Terseret 750 M Pengemudi Tewas

17 September 2026 - 21:09 WIB

Menelisik Akar Terorisme (57): Topeng Alis Mata Merah Sang Penyingkir Raja

17 September 2026 - 20:17 WIB

Gerakan KPK: OTT di Bogor Lanjut Penggeledahan Kantor Dirjen ATR/ BTN di Jakarta

17 September 2026 - 17:47 WIB

SPPG Suspen 30 Hari: 77 Siswa SMP dan MA Global Trenggalek Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:40 WIB

Diduga Keracunan MBG 9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dirawat di

17 September 2026 - 17:29 WIB

Sedikitnya 200 Siswa dan Guru SMKN Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:17 WIB

Trending di Nasional