Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
MAKASAR, SWARAJOMBANG.COM-
Ustaz Das’ad Latif memberikan penjelasan usai video protesnya terhadap pemblokiran rekening menjadi
viral di media sosial. Dalam keterangan yang dikutip dari Suara.com pada 9 Agustus 2025, ia menegaskan kekecewaannya terhadap kebijakan perbankan tersebut.
“Kira sudah jelas di video saya itu, saya kecewa sebab ajakan menabung justru dibalas dengan blokir,” ujarnya. Menurutnya, pemblokiran ini memicu dugaan adanya motif ekonomi. “Misalnya ketika pengaktifan kan harus bayar lagi 100 ribu. Nah itu kalau misalnya diblokir 120 juta orang, kalikan itu 100 ribu. Berapa?”
Ia juga menyoroti lambannya proses pembukaan blokir meski Presiden telah memerintahkan agar komplain ditangani pada hari yang sama. “Bapak Presiden sudah bilang komplain hari ini, hari ini buka. Saya disuruh menunggu 7 hari,” tegasnya.
Lebih jauh, Das’ad mengungkap kekhawatirannya terhadap citra nama baik. “Setahu saya, orang yang diblokir keuangannya itu dicurigai ada tindak pidana, ada transaksi kejahatan. Masa kau anggap saya ini ada transaksi kejahatan?” katanya.
Ia menegaskan bahwa dana dalam rekening tersebut adalah hasil ceramahnya untuk membangun masjid. “Ada masjid saya bangunkan di ujung kota itu. Semua hasil ceramah saya, murni tidak ada bantuan dari orang lain. Itu untuk menunjukkan kecintaan kita kepada dakwah,” jelasnya.
Das’ad berharap kebijakan perbankan dibuat dengan pertimbangan matang. “Saya minta supaya pengambil kebijakan, buatlah kebijakan yang betul-betul bijak, bukan meresahkan masyarakat,” pungkasnya.****











