Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Uang Hasil Impor Durian Impor Durian, Lebih Besar dari Ekspor

badge-check


					Ilustrasi durian ekspor Perbesar

Ilustrasi durian ekspor

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

-JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Pasar buah internasional mencatatkan sebuah realitas unik pada sektor perdagangan hortikultura nasional, di mana Indonesia mendapati neraca perdagangan durian yang timpang antara kuantitas fisik dan nilai ekonominya.-

Berdasarkan laporan berkala dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sebenarnya berhasil mencatatkan keunggulan volume ekspor buah segar tersebut ke pasar mancanegara dibanding total buah sejenis yang didatangkan ke dalam negeri.

Sepanjang tahun berjalan, akumulasi pengiriman durian ke luar negeri mampu menyentuh angka 600 ton, sementara komoditas impor yang masuk ke pasar domestik tertahan di angka 459,3 ton saja.

Meski menang secara bobot timbangan, grafik keuangan justru menunjukkan arah yang berbalik 180 derajat. Indonesia tercatat mengalami defisit nilai perdagangan durian yang cukup tebal.

Total devisa yang berhasil dikumpulkan dari aktivitas ekspor hanya mentok di angka US$ 1,8 juta atau setara Rp29,4 miliar. Di sisi lain, anggaran yang harus dikeluarkan negara untuk membayar komoditas impor justru membengkak hingga dua kali lipat, mencapai US$ 3,6 juta atau berkisar Rp58,9 miliar.

Ketimpangan finansial ini berakar dari perbedaan mencolok dari jenis varietas serta kualitas produk yang melintasi batas negara. Durian yang dilepas Indonesia ke pasar ekspor seperti Malaysia, Hong Kong, dan Thailand mayoritas merupakan durian segar curah berkualitas standar yang dihargai rendah, dengan rata-rata hanya US$ 3,00 per kilogram.

Berbeda kasus dengan produk yang diimpor oleh masyarakat Indonesia, yang didominasi oleh varietas premium lepasan kulit atau beku berperforma tinggi seperti Musang King asal Malaysia dengan rata-rata harga menembus US$ 7,84 per kilogram.

Namun, peta persaingan ini diprediksi segera berubah menyusul gebrakan hilirisasi baru yang dimotori oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin). Sejak implementasi penuh Protokol Ekspor Durian Beku secara langsung ke Tiongkok dibuka, jalur distribusi perdagangan berhasil dipangkas drastis dan menaikkan nilai jual buah lokal secara eksponensial.

Efek positif ini sudah mulai terlihat nyata di sentra produksi Sulawesi Tengah, di mana volume ekspor durian beku jenis Montong yang dikirim langsung ke Tiongkok telah melesat hingga mencapai 8.377 ton dengan sumbangan nilai ekonomi fantastis sebesar Rp871 miliar.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Durian Indonesia Menantang Dominasi Malaysia dan Thailand untuk Pasar China

28 September 2026 - 19:02 WIB

Volume Penyaluran LPG Tahun 2027 Turun Akibat Subsidi Dipotong

28 September 2026 - 18:51 WIB

Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi, Penuhi Target FLPP

27 September 2026 - 19:33 WIB

Harga Besi Beton dan Semen Naik, Keuntungan Kontraktor Susut

27 September 2026 - 18:54 WIB

Harga Beras Premium Naik Tipis, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:44 WIB

ESDM Tegaskan Harga Tetap, Isu Pertalite Naik Hoaks

25 September 2026 - 21:41 WIB

Aquarium Underwater Rp120 M, akan Dibangun Jatim Park Group-Investor Malaysia

24 September 2026 - 20:18 WIB

PHPS: Telur Ayam Ras Rp30.100, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Per Kilogran

24 September 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Siapkan Rp3,8 T, untuk Warga Usia 17 Tahun Berupa Rekening Rp50 Ribu

23 September 2026 - 20:11 WIB

Trending di Ekonomi