Menu

Mode Gelap

Nasional

Tradisi Megengan di Jombang Sambut Ramadhan, Warsubi: Ajang Silaturahmi dan Gotong Royong

badge-check


					Jombang masih memegang tradisi Grebek Apem atau Megengan, yaitu selamat menggunakan kue apel menjelang atau menyongsong bulan suci ramadhan. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Jombang masih memegang tradisi Grebek Apem atau Megengan, yaitu selamat menggunakan kue apel menjelang atau menyongsong bulan suci ramadhan. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis : Elok Apriyanto | Redaktur: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Keriuhan tak kira mewarnai Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat ribuan warga berebut 15.752 apem warna-warni dalam Grebeg Apem Jombang 2026 pada Kamis (12/2/2026).

Tradisi megengan tahunan ini meriahkan Perayaan bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan kirab megah dari Pemkab Jombang ke alumni-alun.

Tradisi Grebeg Apem Jombang dihapus sejak era Kerajaan Majapahit abad ke-14, di mana apem—kue dari tepung beras dan gula merah—dibagikan sebagai simbol berkah dan kebersamaan.

Kini, sebagai warisan budaya tak benda Jawa Timur, grebeg ini rutin diadakan setiap tahun, menggabungkan unsur Islam, adat Jawa, dan gotong royong masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pawai apem dari kantor Pemkab, diiringi drum band riang dan tarian bertema Timur Tengah yang menyiratkan kegembiraan puasa.

Pawai dihuni ribuan siswa SD dari berbagai kecamatan, yang panjangnya kompak mengawal gunungan dan tumpukan apem beraneka warna sebagai ikon utama.

Di alum-alun, 17 tumpeng apem raksasa disusun rapi di tengah lapangan. Belum Selesai resmi, warga yang sudah berdesak-desakan langsung serbu Pembagian. Hanya dalam sekejap, ratusan apem raib diambil secara massal.

Bupati Jombang, Warsubi, menekankan grebeg ini sebagai lambang persatuan dan saling maaf-menjelang Ramadhan.

“Ini momen kebahagiaan kolektif yang menguatkan tali silaturahmi warga Jombang. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan,” katanya.

Warsubi berpesan agar tradisi megengan terus dijaga sebagai budaya lokal yang memupuk kebersamaan. Ia juga mengingatkan umat Islam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1447 H dengan hati gembira, lahir batin.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, bupati menyebut puasa sebagai kewajiban beriman umat untuk mendidik jiwa, mengendalikan nafsu, dan meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

“Kita semua bergembira karena sebagai muslim, kita wajib menyambut Ramadhan dengan kegembiraan menjalankan ibadah puasa,” tutupnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hasil Sosialisasi dan Penguatan Dinsos Jombang: Kejaksaan Jadi Konsultan Hukum Perdata bagi Lembaga Sosial

21 Juni 2026 - 22:09 WIB

Pasokan Batubara Kurang, Pemadaman Listrik di Jawa Masih Berlanjut hingga Tiga Pekan

21 Juni 2026 - 21:59 WIB

PT Pakerin Mojokerto akan PHK Ribuan Karyawannya

21 Juni 2026 - 21:45 WIB

ISNU Jatim Gelar Halakoh Nasional Bahas Ekonomi dan Politik Global

21 Juni 2026 - 21:18 WIB

Hadapi Rencana 1.000 PHK, Fathurrohman: Pemkab Jombang dan APINDO Sinergi Siapkan 1.200 Lapangan Kerja

21 Juni 2026 - 20:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (23): Raja Dikecam, Agama Diinjak

21 Juni 2026 - 19:02 WIB

Poltabes Surabaya Proses Hukum 4 Pemuda Jombang, Terkait Konvoi dan Perusakan di Tenggilis Mejoyo

21 Juni 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Trending di Nasional