Menu

Mode Gelap

Nasional

Tiga Langkah Menjaga Kesehatan di Masa El Nino

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA.SWARAJOMBANG.COM-BMKG memprediksi El Nino berlangsung hingga awal 2027 dengan dampak musim kemarau lebih panjang, suhu lebih panas, serta peningkatan risiko dehidrasi, heatstroke, dan ISPA.

Masyarakat diimbau menjaga hidrasi dengan minum air putih minimal dua liter per hari serta mengonsumsi buah yang kaya kandungan air untuk mencegah dehidrasi.

Lindungi diri saat cuaca panas dengan mengenakan pakaian berbahan katun, menggunakan tabir surya minimal SPF 30, serta mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino tahun ini akan menetap hingga awal 2027. Fenomena El Nino menghasilkan musim kemarau yang lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas dari biasanya.

Kementerian Kesehatan menyebut El Nino dapat memicu masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heatstroke, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Risiko tersebut juga diperparah oleh meningkatnya debu dan polusi udara selama musim kemarau.

Dilansir dari berbagai laman medis. Berikut langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir gangguan kesehatan.

1. Menjaga Hidrasi

Salah satu langkah utama adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal dua liter setiap hari. Masyarakat juga disarankan tidak menunggu rasa haus muncul karena kondisi tersebut menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi ringan.

Mengonsumsi buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, jeruk, dan mentimun, dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Asupan tersebut dapat mendukung tubuh tetap terhidrasi saat menghadapi suhu udara yang tinggi.

2. Perlindungan dari Luar

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian berbahan katun dan berwarna cerah agar panas tidak langsung terserap tubuh. Masyarakat juga disarankan untuk mengoleskan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk mencegah iritasi kulit.

Jika cuaca terasa sangat panas, penggunaan tabir surya mungkin belum cukup bagi sebagian orang. Penggunaan topi atau payung turut disarankan sebagai perlindungan ekstra, terutama jika beraktivitas di luar ruangan.

3. Waspada akan Waktu Tertentu

Aktivitas fisik berat sebaiknya dikurangi pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB karena intensitas radiasi ultraviolet berada pada tingkat tertinggi. Kondisi ini bisa memicu peningkatan suhu tubuh secara drastis (heatstroke) yang dapat menyebabkan kematian.

Masyarakat dari berbagai usia dan kalangan dapat mengalami heatstroke, namun bayi dan lansia memiliki risiko lebih tinggi. Mengurangi aktivitas pada rentang waktu tersebut memiliki peluang yang lebih kecil untuk terkena heatstroke dan kelelahan.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Shakira Tampil Memukau dengan Bikini Merah Berumbai

12 Juli 2026 - 19:43 WIB

5 Kereta Api Ini Menjelajah Jarak 1000 Kilometer

12 Juli 2026 - 19:21 WIB

Emil Dardak: Potensi Ekonomi Jatim Rp3.200 T Harus Diimbangi Infrastruktur Digital

12 Juli 2026 - 18:44 WIB

Enam Ekor Anjing dan Rumah Ludes Terbakar Bersama Surat di Rejoagung Ploso Jombang

12 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dewan RDP dengan Bank Jombang, Utang Mbah Ngatini Rp25 Juta Membengkak Jadi Rp140 Juta

12 Juli 2026 - 12:19 WIB

Menelisik Akar Terorisme (35): Revolusi tanpa Revolusi Teror

11 Juli 2026 - 22:16 WIB

Hancur Hati Orang Tua 381 Hari Mencari Keberadaan Mozza Axillia Gunarsa

11 Juli 2026 - 21:25 WIB

Kakortastipidkor Mayjen Totok Suharyanto Tetapkan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus TPPU

11 Juli 2026 - 18:59 WIB

KPK Menahan Bupati Etik Suryani Sita Harta Benda Rp21 Miliar dalam OTT di Sukoharjo

11 Juli 2026 - 18:42 WIB

Trending di Nasional