Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM – Belasan santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) di Kabupaten Pasuruan mengalami musibah pada Senin, 27 Oktober 2025, ketika mereka jatuh dari tangga asrama salah satu gedung Dalwa.
Insiden terjadi saat para santri berdesakan menaiki tangga sempit usai mengikuti kegiatan pengajian. Sebanyak 12 santri dilarikan ke RSUD Bangil untuk perawatan, namun satu santri bernama Iqbal Maulana Yusuf (15) meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
“Total ada 12 pasien. Sebagian besar mengalami fraktur atau patah tulang di bagian tubuh tertentu,” kata Humas RSUD Bangil, M. Hayat, saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Oktober 2025, mengutip situs bangsaonline.com.
Kapolsek Bangil Kompol Sukiyanto sedang berada di lokasi untuk meminta keterangan saksi, namun belum memberikan penjelasan resmi terkait kasus ini.
Akibat insiden tangga roboh, pengurus pondok segera melakukan evakuasi darurat dan penanganan terhadap para santri yang terluka. Namun, belum disebutkan nama pengurus yang terkait dengan evaluasi insiden tersebut.
Hingga 29 Oktober 2025, masih ada tiga santri yang menjalani perawatan inap di RSUD Bangil, salah satunya dalam kondisi cukup parah.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. Suasana di Pondok Dalwa masih tampak tenang walau duka masih menyelimuti para santri dan pengasuh pondok.
Kronologi musibah bermula saat para santri selesai mengikuti pengajian dan bergegas menuju kamar masing-masing. Mereka berdesakan dan berlari menaiki tangga asrama yang sempit, sehingga beberapa santri kehilangan keseimbangan dan jatuh bersamaan dari lantai dua gedung asrama.
Sebanyak 12 santri mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, termasuk patah tulang dan memar serius. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Bangil.
Sayangnya, santri berusia 15 tahun, Iqbal Maulana Yusuf, meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit akibat kondisi kritis sebelum mendapat tindakan medis.
Hingga 29 Oktober 2025, tiga santri masih dirawat inap, salah satunya dalam kondisi cukup parah.
Pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan faktor struktur tangga dan kondisi lingkungan sekitar asrama yang memicu kecelakaan tersebut.
Dari 12 santri yang jatuh saat naik tangga, enam sudah diperbolehkan pulang, dua hanya konsultasi, dan tiga dirawat inap karena patah tulang dan memar serius.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pengelola dan aparat keamanan untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan pondok pesantren.**











